MENU Rabu, 28 Jan 2026
x
.

Tata Haira dan Novri Andri Yulan Resmi Nahkodai SPR Trada, Era Baru Dimulai di Tubuh BUMD Riau

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Okt 2025 22:30

Pekanbaru – Langkah besar terjadi di tubuh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Trada. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 14 Oktober 2025, dua sosok baru resmi menduduki kursi pucuk pimpinan: Tata Haira sebagai Direktur Utama dan Novri Andri Yulan sebagai Direktur Operasional.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT SPR Perseroda, Ida Yulita Susanti, yang menegaskan bahwa keduanya dipilih untuk membawa semangat baru dalam tubuh anak perusahaan BUMD milik Pemerintah Provinsi Riau itu.

Ida menyebut, penunjukan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan upaya penyegaran agar SPR Trada kembali fokus pada misi utama: memperkuat kinerja, menegakkan akuntabilitas, dan menumbuhkan kepercayaan publik.

β€œKami percaya, Tata Haira dan Novri Andri Yulan mampu mengembalikan arah perusahaan pada jalur yang lebih profesional dan transparan,” ujarnya.

RUPS-LB kali ini juga jadi momen penting karena disertai keputusan tegas terhadap jajaran lama. Bemi Hendrias resmi diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Alasannya jelas: tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan gagal memenuhi standar akuntabilitas perusahaan.

Selain itu, Bemi tidak mendapat pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh atas pengelolaan yang telah dilakukan selama masa jabatannya. Keputusan ini memperlihatkan ketegasan pemegang saham dalam menegakkan disiplin tata kelola di lingkungan BUMD.

Sementara itu, Tata Haira dan Novri Andri Yulan langsung efektif menjabat sejak tanggal keputusan, dengan masa tugas lima tahun ke depan. Namun, sesuai ketentuan perusahaan, pemegang saham tetap memegang hak penuh untuk mengevaluasi dan memberhentikan sewaktu-waktu jika kinerja tidak sesuai harapan.

Sebagai anak perusahaan PT SPR Perseroda, SPR Trada selama ini beroperasi di berbagai sektor strategis mulai dari pertanian, perdagangan, industri, pembangunan, hingga kontraktor umum.

Dengan komposisi direksi baru, harapan besar dipasang agar perusahaan ini kembali agresif dan adaptif menghadapi tantangan ekonomi daerah.

Pergantian ini juga dibaca sebagai sinyal kuat dari manajemen SPR Perseroda: era ketertutupan dan ketidakefisienan harus berakhir. Di bawah kepemimpinan baru, SPR Trada dituntut tampil lebih terbuka, gesit, dan berorientasi hasil. Bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal kepercayaan publik terhadap BUMD yang mengelola aset daerah.

Kini, bola ada di tangan Tata Haira dan Novri Andri Yulan. Publik Riau menanti gebrakan keduanya apakah mampu membalik arah SPR Trada menjadi perusahaan yang benar-benar produktif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi daerah. Satu hal pasti, perubahan sudah dimulai.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x
    x