MENU Rabu, 28 Jan 2026
x
.

BREAKINGNEWS: AS Serang Venezuela, Presiden Maduro Ditangkap

waktu baca 3 menit
Sabtu, 3 Jan 2026 21:40

Mataxpost | Caracas,- Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden NicolΓ‘s Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, yang kemudian diterbangkan keluar negeri. (03/01)

Trump mengatakan operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS, dan akan dijelaskan lebih lanjut dalam konferensi pers yang dijadwalkan di Mar-a-Lago pada pukul 11 pagi.

Maduro sendiri sebelumnya telah didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas tuduhan terorisme narkoba pada tahun 2020.

Menurut laporan CBS News, Presiden Maduro ditangkap oleh anggota Pasukan Delta, unit misi khusus elit militer AS yang sebelumnya terlibat dalam operasi menewaskan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Pasukan ini dikenal sebagai unit yang sangat terlatih dan bertugas untuk operasi kritis dan berisiko tinggi.

Di Venezuela, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino LΓ³pez mengumumkan pengerahan seluruh pasukan militer di negeri itu sebagai respons terhadap serangan AS.

Dalam pesan video yang diunggah ke media sosial, ia menyerukan front perlawanan yang bersatu untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai β€œagresi terburuk yang pernah dialami Venezuela”.

Padrino LΓ³pez menegaskan semua angkatan bersenjata akan bertindak sesuai perintah Maduro, meski ia tidak menyebutkan penangkapan Maduro yang dilaporkan oleh AS.

Ia juga mengimbau rakyat untuk tetap tenang, bersatu, dan tidak panik, mengingat situasi yang genting.

Sebelumnya, Padrino LΓ³pez menjelaskan bahwa serangan AS berdampak pada berbagai daerah perkotaan di seluruh Venezuela, dengan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.

Ia menyatakan Venezuela sedang mengumpulkan informasi mengenai jumlah korban tewas dan terluka, serta mengonfirmasi bahwa instalasi militer Fort Tiuna di Caracas diserang.

Padrino LΓ³pez menegaskan negara itu akan menolak kehadiran pasukan asing, menyebut serangan ini sebagai penghinaan terbesar yang pernah dialami Venezuela.

Situasi di lapangan tetap tegang, dengan ledakan dan sirene yang terdengar di ibu kota Caracas, sementara warga melaporkan kepanikan dan gangguan di berbagai fasilitas umum.

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa mereka menolak klaim AS terkait penangkapan Maduro dan menuntut bukti keberadaan pemimpin mereka.

Klaim Trump dan laporan militer AS memicu reaksi internasional yang beragam. Beberapa negara mengecam serangan sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional, sementara beberapa pihak menyerukan de‑eskalasi dan dialog diplomatik.

Laporan dari sumber resmi menyatakan bahwa detail operasi dan kondisi Maduro serta istrinya belum dapat diverifikasi secara independen, sehingga situasi tetap sangat dinamis.

Perkembangan ini menandai eskalasi besar dalam ketegangan AS-Venezuela, yang sebelumnya telah tegang akibat tuduhan narkoterrorisme terhadap Maduro dan sanksi ekonomi AS.

Dengan pengerahan militer penuh di Venezuela, masyarakat internasional memperingatkan potensi konflik lebih luas, sementara warga Venezuela menghadapi ketidakpastian tinggi di tengah serangan yang diklaim oleh AS.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x
    x