
.
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan – Dok: istimewa Mataxpost | Siak β Produksi minyak PT Bumi Siak Pusako (BSP), BUMD milik Pemerintah Kabupaten Siak, mengalami penurunan drastis sejak 2024 hingga awal 2026, memicu kekhawatiran serius terkait pendapatan daerah dan kontribusi terhadap lifting nasional. (12/02)
Bertempat di Gedung SKK Migas Lt. 36, ruang Mercury Removal, pimpinan DPRD Kabupaten Siak bersama Ketua Fraksi melakukan audiensi dengan SKK Migas dan Dirjen MIGAS. Audiensi membahas masalah utama yang menjadi penyebab ketidakstabilan produksi.
Menurut DPRD, penurunan produksi disebabkan oleh sejumlah masalah teknis dan manajerial. Infrastruktur pipa bermasalah, termasuk kebocoran berulang, pembekuan minyak (congeal), korosi, dan tekanan tinggi (high pressure), memaksa pengiriman minyak dilakukan melalui truk dan barging.
Selain itu, manajemen dan sumber daya manusia yang kurang profesional turut memperparah situasi meskipun pemerintah daerah tengah melakukan berbagai pembenahan.
Masalah kritis yang dicatat antara lain:
Kebocoran pipa dari GS Zamrud ke GS Minas sejak Maret 2024 yang menurunkan produksi dari 8.000 barel per hari menjadi 2.000 barel per hari.
Pembekuan minyak akibat korosi di pipa tua hingga 2025, yang merugikan pemerintah daerah sekitar Rp238 miliar pada 2024.
Kebocoran pipa di berbagai lokasi sepanjang JanuariβMaret 2025 yang memerlukan berbulan-bulan perbaikan dan sempat menghentikan produksi.
Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, menekankan bahwa produksi yang tidak andal berpotensi mengurangi ribuan barel minyak, memengaruhi lifting nasional, dan menurunkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Biaya operasional meningkat signifikan karena penggunaan truk dan barging, ditambah tekanan dari penurunan harga CPO.
βIni bisa menjadi momok buruk bagi daerah jika BSP tidak segera bangkit, dengan evaluasi manajemen dan peningkatan efisiensi operasional,β kata Indra Gunawan.
Ia menambahkan bahwa perawatan pipa bocor harus dilakukan dengan hati-hati, sementara pengangkutan manual via truk tangki tetap diperlukan untuk menjaga produksi.
Audiensi ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan BSP untuk segera memperbaiki manajemen, infrastruktur, dan strategi operasional agar produksi minyak kembali stabil.
Tidak ada komentar