MENU Rabu, 11 Feb 2026
x
.

Utusan Khusus Presiden Tinjau Warisan Sejarah Siak, Dorong Penguatan Pariwisata Budaya

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 02:53

Mataxpost | Pekanbaru,- Kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pariwisata, Zita Anjani, ke Kabupaten Siak, Sabtu (7/2/2026), menegaskan posisi daerah berjuluk Negeri Istana itu sebagai salah satu simpul penting pariwisata sejarah di Sumatera.

Dalam agenda tersebut, Zita bersama Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, meninjau sejumlah situs cagar budaya, mulai dari Istana Siak, Museum Balairung Sri atau Balai Kerapatan Tinggi, hingga kompleks Tangsi Belanda, guna melihat langsung kondisi dan potensi destinasi wisata berbasis warisan sejarah.

Bupati Afni Zulkifli menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pariwisata Siak.

Ia menilai kekuatan utama daerahnya terletak pada kelengkapan warisan sejarah Kesultanan Siak, kekayaan budaya Melayu, serta jejak peradaban sungai yang masih terpelihara.

Afni menegaskan bahwa pengembangan pariwisata sejarah tidak hanya berorientasi pada pelestarian identitas daerah, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor jasa, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Afni juga menyampaikan kebanggaannya atas dipilihnya Siak sebagai lokasi kunjungan perdana Zita Anjani di wilayah Sumatera.

Ia berharap kunjungan tersebut membuka ruang kolaborasi lebih luas, terutama dalam program restorasi bangunan bersejarah yang sebagian telah mengalami degradasi akibat usia dan keterbatasan anggaran perawatan.

Sementara itu, Zita Anjani menyatakan kunjungannya merupakan bagian dari agenda pemerataan peninjauan potensi pariwisata nasional agar tidak terpusat pada wilayah tertentu.

Ia menilai Siak memiliki karakter destinasi wisata edukatif yang kuat karena masih menyimpan artefak sejarah yang relatif lengkap, termasuk istana dan bangunan pemerintahan Kesultanan Siak yang masih berdiri.

Menurut Zita, keberadaan situs-situs bersejarah tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap sejarah bangsa. Namun, ia menyoroti perlunya dukungan serius dalam pelestarian dan revitalisasi sejumlah bangunan agar tetap terjaga sebagai warisan budaya.

Ia menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas peluang dukungan program pelestarian kawasan sejarah di Siak.

Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan panorama Kota Siak dari Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah sebagai salah satu ikon infrastruktur daerah, sebelum rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Balairung Sri yang pada masa Kesultanan Siak berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pengambilan keputusan penting kerajaan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Siak masih menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah yang relevan dikembangkan dalam peta pariwisata nasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x1