
.
.


Mataxpost | Pekanbaru,- Warga Marpoyan semakin resah dengan kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dianggap tidak menentu di wilayah mereka. Berdasarkan pengaduan, SPBU 14.282.650 yang berlokasi di Jalan Kaharuddin Nasution, tepat di depan kantor pertanian dan di samping SMK Pertanian, telah mengalami gangguan operasional berulang sejak enam hari terakhir. (08/03)
Setiap pagi, pompa Pertalite kerap tidak berfungsi, memaksa warga membeli Pertamax meski stok Pertalite seharusnya masih tersedia.
Situasi ini semakin parah saat antrean panjang pada siang hari, bahkan pompa dilaporkan rusak hingga tiga kali dalam satu hari, menimbulkan ketidaknyamanan dan biaya tambahan bagi masyarakat.
Keluhan warga tidak hanya soal gangguan teknis, tetapi juga soal transparansi dan profesionalisme pengelola SPBU. Warga mengaku merasa βdipermainkanβ, karena kerusakan yang terjadi berulang kali tanpa ada perbaikan segera atau penjelasan resmi menimbulkan kecurigaan adanya motif komersial untuk meningkatkan penjualan Pertamax.
Banyak warga mempertanyakan, jika masalah teknis memang ada, mengapa tidak ada tindakan cepat dari pengelola selama enam hari terakhir.
Masyarakat menegaskan, pihak SPBU dan PT Pertamina harus segera turun tangan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, mengatasi gangguan teknis, dan mencegah potensi kerugian bagi konsumen.
Warga berharap langkah tegas ini dilakukan agar pelayanan SPBU kembali transparan, stok BBM bersubsidi tersedia sesuai kebutuhan, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan energi nasional tidak terus menurun.
Kalau memang tidak segera ada tindakan nyata, ketidakpuasan warga diyakini akan semakin meluas, karena persoalan ini menyentuh kebutuhan pokok yang setiap hari digunakan masyarakat.
Tidak ada komentar