Mataxpost | Riau, – Isu kesejahteraan aparat penegak hukum kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai sudah saatnya negara memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan jaksa sebagai salah satu pilar penting dalam sistem peradilan di Indonesia. (13/03)
Direktur Eksekutif organisasi gabungan jurnalis dan aktivis SATU GARIS, Ade Monchai, menilai persoalan tersebut bukan sekadar tentang memanjakan aparat penegak hukum, melainkan menyangkut rasa keadilan dalam sistem hukum itu sendiri.
Ade Monchai juga menilai bahwa saat ini Kejaksaan menjadi salah satu institusi penegak hukum yang tingkat kepercayaannya paling tinggi di mata publik dibandingkan sejumlah institusi lainnya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijaga dan diperkuat, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan aparatnya. Negara diketahui telah memberikan peningkatan kesejahteraan bagi kesejahteraan
Menurut Ade Monchai, dilihat dari jaksa dan hakim yang merupakan dua unsur penting dalam proses peradilan yang sama-sama berperan di ruang persidangan.
Namun dari sisi kesejahteraan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan.
βJika kita melihat perbandingan yang beredar, hakim diperkirakan memiliki penghasilan sekitar Rp50 juta per bulan, sementara jaksa pada level yang relatif setara hanya sekitar Rp10 juta. Ini menunjukkan adanya jurang kesejahteraan yang cukup lebar,β ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tugas jaksa tidak hanya hadir dalam persidangan, tetapi dimulai sejak awal proses penegakan hukum.
Jaksa berperan dalam tahap penyidikan, penuntutan, pembuktian di pengadilan, hingga pelaksanaan putusan atau eksekusi.
βDalam praktiknya, jaksa memikul beban perkara yang besar, menghadapi tekanan publik, risiko keamanan, serta tanggung jawab hukum yang tidak ringan. Jika negara ingin sistem hukum yang kuat, berintegritas, dan dipercaya masyarakat, maka kesejahteraan jaksa juga perlu mendapat perhatian serius,β kata Ade Monchai.
Ia juga menyoroti kondisi kehidupan sebagian jaksa yang menurutnya masih jauh dari kata sejahtera. Menurutnya, masih ada jaksa yang harus tinggal di rumah kos atau kontrakan karena keterbatasan penghasilan.
βJaksa dituntut profesional, berintegritas, bersih, memahami hukum secara mendalam, dan memperjuangkan keadilan. Namun di balik seragam itu ada keluarga yang juga menunggu kesejahteraan yang lebih baik,β ujarnya.
Selain itu, Ade Monchai juga menyoroti nasib tenaga honorer di lingkungan kejaksaan yang telah mengabdi selama bertahun-tahun namun belum mendapatkan kepastian status sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sebagai informasi, Ade Monchai juga dikenal sebagai owner PT Monchai Bampers Group, perusahaan yang menaungi dua media siber yaitu Mataxpost dan Detikxpost.
Menurutnya, perhatian negara terhadap kesejahteraan seluruh aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam memperkuat integritas lembaga peradilan.
βKetika negara ingin hukum berdiri tegak dan berwibawa, maka sudah sewajarnya negara juga memberikan perhatian yang adil terhadap kesejahteraan para penegak hukumnya,β tutupnya.
Tidak ada komentar