Scroll untuk baca artikel
Example 350x150
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Aktivis Muda RiauBerita ViralPemerintah

PMRI Desak Evaluasi Pimpinan PT PHR dan PT BSP, Krisis Blok Rokan Kian Parah!

1455
×

PMRI Desak Evaluasi Pimpinan PT PHR dan PT BSP, Krisis Blok Rokan Kian Parah!

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru โ€“ Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Riau pada Rabu (5/2/2025) disambut harapan besar sekaligus kritik tajam. Pemuda Melayu Riau Indonesia (PMRI) menegaskan bahwa kunjungan ini harus menghasilkan langkah konkret dalam pengelolaan migas yang lebih berpihak kepada masyarakat lokal, bukan sekadar seremonial belaka.

 

MataXpost.com
Example 670x550
Tiada Kebenaran Yang Mendua

Ketua Umum PMRI, Khoirul Basar, menyoroti ketimpangan ekonomi yang semakin tajam di Riau.

 

“Provinsi ini kaya sumber daya migas, tapi rakyatnya tetap miskin. Di bawah minyak, di atas minyak, tapi hidup susah. Ini harus diubah!” tegas Khoirul.

 

Evaluasi Pimpinan PT PHR, Rekrutmen Tenaga Kerja Dipertanyakan

 

Khoirul mendesak agar jajaran petinggi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) segera dievaluasi. Menurutnya, sejak Blok Rokan beralih dari Chevron ke PHR, pengelolaan justru stagnan.

 

“Target lifting minyak tinggi, tapi realisasi mandek. Bahkan, masyarakat sekitar wilayah operasional hanya jadi penonton. Anak-anak Riau harus diberi kesempatan lebih besar, termasuk di posisi strategis,” tegasnya.

 

Desakan ini juga diperkuat oleh anggota Komisi XII DPR RI, Sri Barat alias Iyeth Bustami. Dalam rapat kerja dengan Menteri Bahlil pada Senin (3/2/2025), Iyeth mengungkap fakta bahwa banyak tenaga kerja lokal yang dulu mendapat pendidikan khusus saat era Chevron kini justru disingkirkan.

 

“Tenaga kerja Riau yang mumpuni malah tidak dipakai. Ini ironis! Pertamina seharusnya lebih peduli dibanding perusahaan asing. Jangan sampai rakyat Riau hanya jadi penonton di tanah sendiri!” cetusnya.

 

Krisis Blok Rokan dan Blok CPP: Gagal Kelola, Produksi Minyak Anjlok

 

Di tengah sorotan terhadap PT PHR, masalah di PT Bumi Siak Pusako (BSP) sebagai pengelola Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) juga semakin parah. Sejumlah insiden besar terjadi, mulai dari kebakaran tiga kolam vite minyak mentah hingga kebocoran pipa salur utama di West Area Kasikan sejak 27 Januari 2025.

 

“Kebocoran ini bukan sekadar masalah teknis, tapi bukti lemahnya manajemen PT BSP. Produksi minyak terganggu, lifting nasional semakin turun. Ini alarm keras!” ujar praktisi migas Riau, Aris Aruna.

 

Menurutnya, kondisi PT BSP saat ini sudah masuk tahap darurat.

 

“Ini bukan lagi soal kebocoran pipa, tapi salah urus total! Jika dibiarkan, bukan hanya daerah yang rugi, tapi juga negara,” katanya tegas.

 

Lebih parah lagi, hingga lebih dari sepekan sejak kebocoran terjadi, manajemen PT BSP dan SKK Migas tidak kunjung memberikan penjelasan resmi.

 

“Apakah mereka tidak paham dampaknya? Ini sangat fatal! Harus ada tindakan tegas dari pemerintah pusat,” tambahnya.

 

Selain masalah produksi minyak, kalangan kontraktor dan pengusaha lokal juga mengeluhkan ekosistem bisnis di Blok Rokan yang semakin dikuasai oleh grup Pertamina dan anak perusahaannya.

 

“Kontraktor lokal semakin tersisih, proyek-proyek besar justru dikuasai oleh anak-cucu BUMN. Seharusnya, ada kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha daerah,” ujar salah satu pengusaha lokal yang enggan disebutkan namanya.

 

Kondisi ini semakin menegaskan bahwa meski Blok Rokan menjadi tulang punggung energi nasional, masyarakat dan pengusaha Riau justru semakin terpinggirkan.

 

Kedatangan Menteri ESDM ke Riau diharapkan tidak hanya menjadi agenda protokoler. PMRI, DPR RI, hingga praktisi migas menuntut langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola migas di Riau, mulai dari evaluasi PT PHR dan PT BSP, hingga kebijakan tenaga kerja dan keterlibatan kontraktor lokal.

 

“Pak Menteri harus melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan hanya mendengar laporan manis dari petinggi perusahaan. Riau butuh keadilan dalam pengelolaan sumber daya migas!” pungkas Khoirul Basar.

 

Apakah kunjungan Bahlil akan membawa perubahan nyata? Ataukah ini hanya sekadar janji yang kembali berakhir tanpa hasil? Semua mata kini tertuju pada langkah yang akan diambil pemerintah pusat.

 

Setelah berita ini terbit, maka akan ada media segera yang menerbitkan berita yang kuat diduga akan mengaburkan fakta keadaan sebenarnya.

About The Author


Eksplorasi konten lain dari ๐Œ๐€๐“๐€๐—๐๐Ž๐’๐“.๐‚๐Ž๐Œ

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Example 468x60