
.
.


Mataxpost | Siak, – Polemik dugaan rekayasa dalam penanganan perkara narkotika yang menjerat seorang pria berinisial B di Tualang menjadi sorotan publik. Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan, termasuk dugaan tidak dilakukannya Asesment TAT secara memadai, hingga munculnya indikasi pemaksaan konstruksi perkara sampai ke tahap persidangan. (11/04)

Merespons hal tersebut, keluarga B menyatakan akan melaporkan persoalan ini ke sejumlah lembaga dan instansi pusat, di antaranya Komisi III DPR RI, Propam Mabes Polri, Itwasum Polri, Kompolnas, Kejaksaan Agung, serta KPK. Langkah ini ditempuh untuk meminta pengawasan dan kejelasan atas proses penanganan perkara yang sedang berjalan.
Dalam perkembangan informasi yang beredar, perkara ini juga dikaitkan dengan seorang warga binaan berinisial T yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan perkara narkotika lain yang menyeret nama L dan B. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang.
T sendiri disebut pernah terjaring razia di Rutan Siak karena ditemukan memiliki telepon genggam. Atas pelanggaran tersebut, ia dijatuhi sanksi register F, dipindahkan ke Lapas Pekanbaru, ditempatkan di blok pengamanan khusus, serta dicabut hak remisi dan pembebasan bersyaratnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Polsek Tualang disebut telah melakukan pemeriksaan terhadap T berdasarkan surat resmi bernomor B/102/II/RES.4.2./2026/RESKRIM. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum dipublikasikan ke publik.
Pihak keluarga B juga menduga adanya pengaruh pihak luar dalam penanganan perkara, termasuk dugaan keterlibatan seorang pengusaha berinisial D yang disebut memiliki pengaruh terhadap jalannya proses hukum.
Dugaan ini bahkan mengarah pada kemungkinan adanya upaya perubahan konstruksi perkara, dari yang semula diduga terkait pengguna narkotika menjadi sangkaan dengan tingkat yang lebih berat.
Selain itu, keluarga turut menyinggung adanya komunikasi dengan pihak berinisial D serta informasi mengenai beberapa kali kunjungan yang bersangkutan ke Polsek Tualang sebelum perkara naik ke tahap lanjutan. Hal ini disebut semakin memperkuat dugaan adanya keterlibatan pihak luar dalam dinamika perkara.
Polemik ini kian berkembang setelah muncul dugaan adanya pengancaman oleh seorang berinisial D, yang disebut turut menambah ketegangan dalam rangkaian peristiwa yang tengah menjadi perhatian keluarga.
Meski demikian, seluruh informasi yang beredar saat ini masih bersifat dugaan dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait.

Tidak ada komentar