[gnpub_google_news_follow]
x

Alumni UIR Kalahkan Dua Profesor, Dugaan Bagi-bagi Jabatan Mencuat

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 20:20

Mataxpost | Pekanbaru, – Penjaringan calon Rektor Universitas Riau (UNRI) periode 2026–2030 menyisakan dinamika yang menjadi perbincangan di lingkungan kampus. Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I UNRI dan belum menyandang jabatan akademik profesor, tampil sebagai peraih suara terbanyak, mengungguli dua pesaingnya yang telah bergelar profesor. (09/07)

Dalam sidang Senat UNRI yang diikuti 62 anggota, Mexsasai memperoleh 29 suara. Posisi kedua ditempati Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D. dengan 13 suara, sedangkan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si. memperoleh 11 suara. Lima kandidat lainnya hanya meraih 4, 2, 2, 1, dan 0 suara.

Hasil tersebut mengantarkan Mexsasai, Ahmad Fadli, dan Jimmi Copriady sebagai tiga besar yang akan dikirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengikuti tahapan pemilihan rektor berikutnya.

Namun, kemenangan Mexsasai memunculkan berbagai spekulasi di kalangan sivitas akademika. Sejumlah dosen dan pihak internal kampus yang enggan disebutkan namanya menilai hasil tersebut tidak lepas dari dinamika politik internal universitas.

Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan bahwa distribusi jabatan di lingkungan kampus telah memperkuat basis dukungan terhadap kandidat petahana di jajaran pimpinan universitas.

Menurut mereka, dalam kontestasi pemilihan rektor, pejabat struktural umumnya memiliki jaringan komunikasi dan pengaruh yang lebih luas dibandingkan kandidat dari luar lingkaran pimpinan.

Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi preferensi sebagian anggota senat, meskipun mekanisme pemungutan suara tetap dilakukan secara langsung oleh anggota senat.

Terlepas dari berbagai spekulasi tersebut, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pembagian jabatan menjadi penyebab kemenangan Mexsasai, dan hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak universitas maupun dari Mexsasai mengenai isu yang berkembang.

Secara akademik, hasil penjaringan ini juga menarik perhatian karena dua kandidat bergelar profesor harus berada di bawah perolehan suara Mexsasai yang belum menyandang jabatan profesor.

Hal itu menunjukkan bahwa dalam kontestasi pemilihan rektor, faktor rekam jejak kepemimpinan, jejaring politik internal, dan dukungan senat dapat menjadi variabel yang sama pentingnya dengan jenjang akademik.

Tahapan berikutnya akan berlangsung di tingkat kementerian. Sesuai jadwal, pemilihan akhir Rektor UNRI periode 2026–2030 direncanakan digelar pada 5 Agustus 2026 dengan melibatkan suara senat dan perwakilan kementerian sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari para kandidat yang disebutkan namanya dalam berita, Redaksi membuka hak jawab seluas-luasnya sesuai UUD Pers.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x