MENU Jumat, 08 Mei 2026
x
. .

Aksi Tak Surut! Massa Ancam Gelombang Protes Berjilid-jilid Soal Jekson Sihombing

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 08:23

Mataxpost | Pekanbaru, – Gelombang desakan kembali mengguncang Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Kanwil Ditjen PAS Riau. Pihak terkait diminta terbuka dan transparan soal pemindahan tahanan Jekson Sihombing ke Lapas Nusakambangan. (08/05)

Aksi yang digelar Aliansi Solidaritas Penggiat Control Sosial Riau itu menyoroti minimnya penjelasan resmi kepada publik maupun keluarga.

โ€œJangan ada yang ditutup-tutupi. Transparansi itu wajib!โ€ tegas Jesayas Sihombing dalam orasinya, Kamis (7/5/2026).

Massa juga mempertanyakan dasar pemindahan yang dinilai tidak proporsional, mengingat Jekson bukan terpidana kasus berat seperti terorisme, narkoba, atau korupsi. Mereka bahkan menuntut bukti konkret seperti data pelanggaran hingga rekaman CCTV.

Situasi sempat memanas saat massa mendesak Kepala Lapas hadir langsung, namun pihak lapas menyebut Kalapas berhalangan karena agenda pelatihan dan diwakilkan pejabat lain.

Perwakilan Kanwil Ditjen PAS Riau, Muhammad Lukman, menegaskan bahwa seluruh aspirasi telah diterima dan akan disampaikan ke pimpinan.

Ia menyebut pemindahan merupakan bagian dari pengamanan internal lapas dan alasan teknis yang tidak dibuka ke publik demi keamanan.

Aksi juga mendapat dukungan mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning. Dalam orasinya, Ahmad Nasir menilai pemindahan tersebut terkesan berlebihan apabila hanya didasarkan pada dugaan tindakan gaduh di dalam lapas.

Di tengah tekanan, pihak lapas sempat memfasilitasi video call keluarga dengan Jekson Sihombing, yang disebut dalam kondisi sehat. Namun keluarga tetap meminta kejelasan alasan pemindahan ke Nusakambangan.

Aksi akhirnya berakhir sekitar pukul 13.25 WIB setelah surat tuntutan ditandatangani pihak lapas. Massa membubarkan diri dengan tertib, namun memberi peringatan keras: aksi lanjutan dengan massa lebih besar akan digelar jika tuntutan diabaikan.

โ€œIni belum selesai,โ€ jadi pesan terakhir dari aksi yang menyisakan tanda tanya besar di publik.

Ada apa dengan petugas pemasyarakatan di kota pekanbaru?ย  ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x