MENU Sabtu, 30 Mei 2026
x
. . .

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Mineral Ilegal Kandungan Logam Tanah Jarang dan Bahan Nuklir di Perairan Batam, Nilainya Capai Ratusan Triliunan Rupiah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 03:35

Mataxpost | BATAM – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan kewibawaan menjaga kedaulatan dan kekayaan alam negara dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas tambang strategis bernilai fantastis di perairan Batam, Kepulauan Riau.(30/05)

Operasi pengamanan laut dilakukan oleh KRI Kujang-642 pada 17 Mei 2026, di mana petugas menghentikan dan memeriksa kapal penarik bernama TB Capricorn 106 (juga tercatat sebagai TK Capricorn 92.210) yang terindikasi berlayar tanpa dokumen dan izin sah.

Hasil penggeledahan mendapati kapal tersebut memuat 25 kontainer dengan berat total mencapai sekitar 390 ton mineral.

Berdasarkan hasil uji laboratorium resmi, muatan tersebut terbukti mengandung Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements) serta unsur radioaktif yang merupakan bahan baku nuklir, antara lain zirkonium oksida, torium oksida, neodimium oksida, dan triuranium oktasida.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan bahwa nilai ekonomi dari barang selundupan ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Komoditas tersebut sangat dicari di pasar dunia karena merupakan bahan utama pembuatan teknologi canggih, industri pertahanan, peralatan elektronik, hingga pembangkit listrik tenaga nuklir.

“Pengeluaran bahan strategis ini dari wilayah Indonesia dilakukan secara ilegal dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Tindakan ini sangat merugikan keuangan negara dan berisiko tinggi bagi keamanan serta keselamatan lingkungan,” tegas Laksda Berkat Widjanarko.

Saat ini, kapal TB Capricorn 106 beserta seluruh awak dan barang bukti telah diamankan di Dermaga Kodaeral IV Batam.

Selanjutnya, seluruh aset tersebut telah diserahkan kepada Kejaksaan Agung, Bea Cukai, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk proses hukum dan penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi.

TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan di seluruh wilayah perairan Indonesia, khususnya jalur strategis seperti perairan Batam dan Selat Malaka.

Pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi pelaku pencurian dan penyelundupan kekayaan alam milik negara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x