MENU Selasa, 12 Mei 2026
x
. .

Konten TikTok Tol Cipularang Bermuatan Fitnah dan Tak Bermutu

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 07:24

Mataxpost | Pekanbaru โ€“ Komandan Koti MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru, Eri Bukit, melontarkan kritik keras terhadap konten TikTok yang beredar terkait isu di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Ia menilai konten yang disebut berasal dari akun โ€œTol Cipularangโ€ tersebut sarat fitnah, tidak bermutu, dan menyesatkan opini publik. (12/05)

Menurut Eri Bukit, isi konten tersebut tidak didasarkan pada fakta, melainkan hanya opini pribadi pembuatnya yang cenderung menggiring persepsi negatif tanpa dasar yang jelas.

โ€œKonten itu bermuatan fitnah dan tidak bermutu. Isinya hanya opini pribadi. Masalah sebenarnya ada pada diri pembuat konten itu sendiri,โ€ tegas Eri Bukit kepada Mataxpost.

Ia juga menyayangkan adanya upaya mengaitkan isu tersebut dengan Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, yang dinilai tidak sesuai dengan fakta kegiatan yang sebenarnya berlangsung.

โ€œApalagi sampai menyangkut-nyangkutkan Pak Yuniarto. Agenda kegiatannya jelas, tapi pemberitaannya malah berbeda. Ini jelas menyesatkan,โ€ ujarnya.

Lebih lanjut, Eri Bukit turut melontarkan pernyataan keras terhadap pembuat konten tersebut. โ€œPembuat konten ini sepertinya ada gangguan jiwa disertai radang otak yang akut,โ€ ujar Eri Bukit kepada Mataxpost.

Sebelumnya, Lapas Kelas IIA Pekanbaru telah melaksanakan Apel dan Ikrar Bersama sebagai bentuk komitmen pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di dalam lapas.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, serta melibatkan unsur TNI, Polri, BNN, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan awak media.

Dalam kegiatan tersebut, Yuniarto menegaskan komitmen penuh jajaran pemasyarakatan untuk tidak memberi toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan razia gabungan serta tes urine bagi petugas dan warga binaan guna memastikan lingkungan lapas tetap bersih dan berintegritas.

Namun demikian, beredarnya konten yang dinilai tidak berdasar tersebut justru memunculkan narasi yang berbeda dari fakta di lapangan, sehingga menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Eri Bukit.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan lebih bijak dalam menyaring konten di media sosial.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x