MENU Rabu, 22 Apr 2026
x
. .

Diduga Rencana Aksi Demo Berbau Kepentingan, Indikasi Donatur Mengarah ke Internal Lapas

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 04:42

Mataxpost | Pekanbaru,- Rencana aksi demonstrasi yang mengatasnamakan aliansi wartawan dan mahasiswa pada Rabu, 22 April, sekitar pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, menuai sorotan. Aksi yang masih dalam tahap perencanaan tersebut dinilai tidak sepenuhnya murni sebagai bentuk penyampaian aspirasi, melainkan diduga kuat sarat kepentingan tertentu.(22/04)

Sejumlah sumber menyebutkan adanya indikasi keterlibatan pihak donatur yang menggerakkan kelompok tersebut.

Bahkan, pola yang berkembang mengarah pada dugaan keterlibatan pihak internal lembaga pemasyarakatan itu sendiri sebagai aktor di balik pergerakan aksi, yang diduga bertujuan menggulingkan Kalapas yang dianggap sebagai penghalang terhadap praktik-praktik ilegal yang selama ini berlangsung.

Dugaan ini menguat mengingat sebelumnya kelompok yang sama sempat berencana melakukan aksi menuntut pembebasan seorang oknum wartawan berinisial KS, yang diamankan oleh Polsek Bukitraya atas dugaan pemerasan.

Namun, kasus tersebut tidak berlanjut setelah adanya pendekatan persuasif dari pihak keluarga KS dan rekan sesama wartawan. Kalapas diketahui telah memaafkan dan mencabut laporan, sementara pihak kepolisian kemudian menghentikan perkara melalui SP3.

Setelah lebih dari dua minggu kasus tersebut mereda, kelompok aliansi kembali muncul dengan agenda rencana aksi baru.

Dalam rencana aksinya, massa disebut akan menyuarakan tuntutan agar Kalapas dievaluasi atas dugaan pemberian suap kepada wartawan. Selain itu, mereka juga menyoroti isu dugaan pungutan liar (pungli) serta peredaran narkoba di dalam lapas untuk diusut secara tuntas.

Di sisi lain, berkembang pula informasi terkait dugaan konflik internal antara pihak KPLP dan Kamtib. Seorang narapidana mengaku pernah dimasukkan ke dalam sel BPN setelah kedapatan memiliki telepon genggam.

Namun, tidak lama kemudian, ia bersama beberapa rekannya disebut dikeluarkan oleh pihak KPLP, yang diduga menerima sejumlah uang hingga Rp150 juta.

Beberapa hari berselang, pihak Kamtib mempertanyakan alasan keluarnya para narapidana tersebut dari sel BPN. Setelah memperoleh informasi mengenai dugaan transaksi tersebut, mereka kembali dipindahkan ke sel BPN tanpa adanya pelanggaran baru.

Dalam perkembangan lanjutan, disebutkan bahwa pihak Kamtib akhirnya kembali mengeluarkan narapidana tersebut dari sel BPN setelah adanya kesepakatan, di mana para narapidana diduga membayar sejumlah uang sebesar Rp100 juta.

Informasi ini juga dikabarkan telah disampaikan kepada tim redaksi melalui kuasa hukum salah satu narapidana. Situasi ini memunculkan dugaan adanya ketegangan internal antar pihak di dalam lembaga, yang berujung pada upaya saling menjatuhkan.

Lebih lanjut, beredar pula kabar bahwa salah satu oknum di bidang Kamtib tengah menghadapi persoalan internal terkait dugaan penyimpanan puluhan unit telepon genggam di dalam kantor.

Menanggapi situasi tersebut, publik berharap agar Dirjen PAS Kanwil Riau, Meizar, bersama Kalapas Pekanbaru Yuniarto , segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pihak KPLP dan Kamtib.

Langkah ini dinilai penting guna meredam gejolak internal agar tidak meluas ke ranah eksternal, yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan sepihak.

Meski berbagai informasi ini masih bersifat dugaan dan belum terkonfirmasi secara resmi, situasi yang berkembang dinilai mencerminkan adanya dinamika internal yang kompleks.

Sejumlah pihak pun berharap agar seluruh isu dapat diusut secara transparan dan objektif, guna menjaga integritas serta kepercayaan publik terhadap institusi terkait.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    x