MENU Rabu, 10 Jun 2026
x

Arbet Bantah Klaim Tiga Ponsel M. Dani Nur Salam, Sebut Hanya Satu Unit yang Dibuang

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 18:19

Mataxpost | Pekanbaru, – Arbet, pramudi Badan Penghubung Provinsi Riau, membantah klaim mengenai adanya tiga unit telepon genggam milik M. Dani Nur Salam. Menurut pengakuan Arbet, telepon genggam yang diketahuinya hanya satu unit dan dalam kondisi rusak sebelum akhirnya dibuang. Keterangan ini merupakan versi Arbet dan belum dapat diverifikasi secara independen. (09/06)

Dalam pernyataan yang disampaikannya, Arbet membeberkan kronologi penjemputan M. Dani Nur Salam hingga keberadaan telepon genggam yang belakangan menjadi perhatian berbagai pihak.

Menurut Arbet, pada 4 November ia menerima tugas untuk menjemput penumpang yang tiba di Jakarta menggunakan penerbangan Pelita Air. Setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ia mengaku bertemu dengan Ade Agus Hartanto dan M. Dani Nur Salam.

Keduanya kemudian menaiki kendaraan dinas yang dikemudikannya menuju Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Arbet menyebut perjalanan berlangsung normal tanpa adanya kejadian khusus.

Setibanya di Gedung KPK, Arbet mengaku sempat mendampingi Dani yang hendak ke kamar kecil. Pada kesempatan tersebut, menurut Arbet, Dani meminta bantuan untuk dibelikan telepon genggam baru beserta kartu SIM baru yang akan digunakan untuk berkomunikasi.

Arbet juga mengklaim bahwa sebelum memasuki Gedung KPK, Dani menyampaikan kepadanya bahwa terdapat pakaian dan sebuah telepon genggam yang telah rusak akibat terendam air yang disimpan di bagian belakang kendaraan.

Menurut Arbet, telepon genggam tersebut kemudian diletakkan di kantong penyimpanan belakang kursi kendaraan dinas yang digunakan saat itu.

“Saya hanya mengetahui satu unit telepon genggam dalam kondisi rusak. Tidak ada tiga unit telepon genggam sebagaimana yang disebutkan,” ujar Arbet dalam keterangannya.

Pada 5 November malam, Arbet mengaku kembali diminta membantu mengantarkan pakaian ganti milik Dani ke Gedung KPK melalui pintu belakang atas permintaan Ade Agus Hartanto.

Ia menyebut bungkusan tersebut berisi pakaian dalam, pakaian ganti, celana pendek, sarung, dan satu bungkus rokok. Menurut keterangannya, tidak terdapat telepon genggam di dalam bungkusan yang diantarkan tersebut.

Empat hari setelah peristiwa itu, Arbet mengatakan masa berlaku Surat Perintah Tugas (SPT) kendaraan dinas yang digunakannya telah berakhir sehingga kendaraan harus dikembalikan ke kantor.

Saat melakukan pembersihan kendaraan sebelum pengembalian, Arbet mengaku menemukan telepon genggam yang disebut sebagai milik Dani masih tertinggal di kantong kursi belakang.

Menurut keterangannya, kondisi telepon genggam tersebut sudah rusak berat, dengan layar kemasukan air, kamera berembun, dan baterai menggelembung hingga mendorong layar bagian depan.

Karena menganggap barang tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi dan mengingat keterangan sebelumnya bahwa telepon genggam tersebut telah direndam air, Arbet mengaku mengambil keputusan sendiri untuk membuangnya ke aliran Kali Malang.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi dan tidak berdasarkan perintah dari pihak mana pun.

Arbet juga menyatakan telah memberikan penjelasan yang sama kepada pihak keluarga Dani maupun pihak yang mengaku sebagai penyidik KPK ketika dimintai keterangan mengenai keberadaan telepon genggam tersebut.

Selain itu, ia mengaku siap menunjukkan lokasi tempat telepon genggam tersebut dibuang apabila diperlukan dalam proses klarifikasi lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, Arbet menegaskan bahwa dirinya siap dikonfrontasikan dan memberikan keterangan di bawah sumpah untuk mempertanggungjawabkan seluruh informasi yang disampaikannya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan atau klarifikasi dari M. Dani Nur Salam terkait pernyataan Arbet tersebut. Redaksi membuka ruang bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan hak jawab dan penjelasan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x