


PEKANBARU,— Semangat persatuan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan. Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar kegiatan Pekanbaru Lestari yang mengusung semangat gotong royong, penanaman pohon, serta pembersihan lingkungan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat. (13/10)
Di Kecamatan Limapuluh, kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Limapuluh, Edi Wardila, S.Pd., M.Pd., dengan pusat kegiatan di Lapangan Beringin, Jalan Rokan, Kelurahan Tanjung Rhu. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.
Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai dorongan untuk membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan tempat tinggal.
Berdasarkan surat undangan Kecamatan Limapuluh Nomor B.400.3/Kec.LP/231/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, sejumlah unsur diundang untuk berpartisipasi. Mereka meliputi TNI-Polri, PT Pertamina Patra Niaga, PT PLN Nusantara Power, para lurah se-Kecamatan Limapuluh, aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan,


Gerakan Pramuka, pihak sekolah, lembaga kemasyarakatan, Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi dan komunitas pemuda, serta Pemuda Pancasila PAC Limapuluh.
Pemerintah Kota Pekanbaru turut hadir melalui perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Chairani. Kehadirannya menjadi bagian dari keterlibatan unsur pemerintah kota dalam mendukung kegiatan Pekanbaru Lestari di wilayah Kecamatan Limapuluh
Rangkaian kegiatan mencakup penanaman pohon, pemotongan rumput liar, hingga pembersihan sampah di sekitar lokasi. Para peserta juga diminta membawa peralatan kerja bakti, seperti sabit, cangkul, parang, dan sapu lidi, guna mendukung pelaksanaan kegiatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat koordinasi antarlembaga, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong yang berkelanjutan. Sebab, lingkungan yang bersih dan tertata tidak cukup diwujudkan melalui program pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Camat Limapuluh: Sumpah Pemuda Tonggak Persatuan Bangsa
Camat Limapuluh, Edi Wardila, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan Pekanbaru Lestari dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak yang menumbuhkan semangat persatuan dan penyatuan bangsa, terutama di kalangan generasi muda. Nilai sejarah tersebut perlu terus dihidupkan agar semangat kebangsaan tidak berhenti pada seremoni tahunan.
“Kegiatan kita ini dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda, karena Sumpah Pemuda memiliki momen sejarah yang penting. Di situlah terdapat akar dan bermulanya bibit-bibit penyatuan bangsa Indonesia, terutama di kalangan pemuda,” ujar Edi.
Ia menilai peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum strategis untuk memupuk dan mengembangkan jiwa kebangsaan, persatuan, serta kesatuan, khususnya di Kecamatan Limapuluh.
Edi juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian, baik terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, semangat persatuan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan positif, kerja sama, dan kesediaan untuk terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Melalui gotong royong dan penanaman pohon, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam menciptakan kawasan yang bersih, asri, dan nyaman.
Danramil 04/Limapuluh Ajak Pemuda dan Masyarakat Jaga Lingkungan
Danramil 04/Limapuluh, Kapten Inf Hery, turut menyampaikan harapannya agar generasi muda dan masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan di wilayah Kecamatan Limapuluh.
“Semoga pemuda dan masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan tetap asri dan terlihat indah di sekitar kita,” pungkasnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, bukan hanya ketika ada kegiatan kerja bakti, tetapi juga melalui kebiasaan sehari-hari.
Menjaga kebersihan ruang publik, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat tanaman merupakan bentuk kepedulian sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.
Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa lingkungan yang terawat membutuhkan komitmen seluruh pihak.
Lurah Pesisir Abdullah: Gotong Royong Harus Menjadi Budaya Bersama
Lurah Pesisir, Abdullah, menyebut peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, terus menumbuhkan semangat gotong royong serta berperan aktif menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan,” ujar Abdullah.
Ia berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan dan pelestarian lingkungan terus meningkat. Generasi muda juga diharapkan mengambil peran aktif dalam membangun kebiasaan positif, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal hingga merawat fasilitas dan ruang publik.
Menurutnya, gotong royong tidak seharusnya hanya muncul ketika ada kegiatan yang diselenggarakan pemerintah. Semangat tersebut perlu tumbuh sebagai budaya bersama yang tercermin dalam kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kesediaan untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan di sekitar masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, organisasi kepemudaan, lembaga kemasyarakatan, dan warga menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman secara berkelanjutan.
Ronal Qituk Tegaskan Komitmen Pemuda Pancasila Dukung Pemerintah
Ketua Pemuda Pancasila PAC Limapuluh, Ronal Qituk, menegaskan organisasinya siap mendukung program dan kegiatan Pemerintah Kecamatan Limapuluh maupun Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Pemuda Pancasila siap mendukung semua kegiatan pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kota Pekanbaru. Kami akan selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk kemajuan Kota Pekanbaru,” ujar Ronal.
Ia mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi untuk membangun kerja sama dengan pemerintah dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Selain mendukung program pembangunan dan kegiatan sosial, Ronal juga menegaskan komitmen Pemuda Pancasila PAC Limapuluh untuk bersinergi dengan TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Kecamatan Limapuluh.
“Kami juga siap bersama TNI-Polri ikut menjaga keamanan di lingkungan Kecamatan Limapuluh,” tegasnya.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi tersebut terus terpelihara, sehingga organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi secara positif dalam menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat kepedulian sosial, serta mendukung program pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pekanbaru Lestari Perlu Berlanjut, Bukan Sekadar Seremoni
Kegiatan Pekanbaru Lestari di Kecamatan Limapuluh mempertemukan berbagai unsur dalam satu agenda, yakni memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Penanaman pohon, pemotongan rumput liar, dan pembersihan sampah menjadi bentuk kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat apabila dilakukan secara konsisten.
Namun, menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat. Keberlanjutan menjadi hal penting agar pohon yang ditanam dapat dirawat, kebersihan yang telah diwujudkan tetap terjaga, dan masyarakat terbiasa berpartisipasi dalam merawat ruang publik.
Kolaborasi pemerintah kota, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Sinergi tersebut perlu diteruskan melalui aksi nyata yang terukur dan berkesinambungan.
Pekanbaru Lestari menjadi pengingat bahwa membangun kota bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang merawat lingkungan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Semangat Sumpah Pemuda harus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar ucapan dan seremon
Bunga Cantika















.
.


Tidak ada komentar