𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐛𝐮𝐬 𝐂𝐚𝐤𝐫𝐚𝐰𝐚𝐥𝐚
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 _ 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
.

Basri Lewaimang Ditangkap, Dugaan Pemasok Narkoba ke P1, P2 dan P3 Mencuat

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Agu 2026 00:39

Batam, – Perkara dugaan peredaran narkotika di kawasan hiburan malam Planet 3 Batam kembali menjadi sorotan. Basri Lewaimang, yang sebelumnya disebut sebagai DPO Bareskrim Polri, kini dikabarkan telah berhasil ditangkap. (20/08)

Informasi tersebut mencuat dari unggahan Cyberbatam dengan keterangan “A1 BASRI LEWAIMANG DITANGKAP”. Unggahan lainnya menyebut “BASRI RESMI JADI DPO DITIPID NARKOBA BARESKRIM POLRI, BANDAR UTAMA PEMASOK NARKOBA KE P3 P2 P1, TIAP BULAN MINIMAL 40.000 BUTIR.”

Cyberbatam juga menampilkan keterangan “Basri DPO Bareskrim Polri” serta tulisan “Bernyanyi lah Bapa Tua Sebut Peran 3 orang Yuwangki Karto dan Hendra.” Nama-nama tersebut muncul dalam materi yang beredar dan perlu dipastikan keterkaitannya oleh penyidik.

Dugaan Basri sebagai pemasok narkoba ke P3, P2 dan P1 menjadi perhatian serius, terlebih materi tersebut menyebut pasokan minimal 40.000 butir setiap bulan. Angka itu masih merupakan klaim dalam materi yang beredar dan harus dibuktikan melalui penyidikan, barang bukti serta alat bukti yang sah.

Sebelumnya, Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan operasi di tempat hiburan malam Planet 3 Batam pada Senin dini hari, 10 Agustus 2026. Dalam informasi Cyberbatam, puluhan orang disebut diamankan dalam operasi tersebut.

Kepala Satgas NIC, Kombes Pol Kelly, disebut menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari informasi intelijen lapangan. Dikutip dari cyberbatam :

“Kami mendapat laporan bahwa sering terjadi peredaran narkotika dari manajemen kepada pengunjung di Pub maupun KTV Planet 3 Batam. Narkotika bisa didapat dengan bebas melalui pramusaji maupun kapten yang bertugas.ujarnya

Jika keterangan tersebut benar menjadi bagian dari penyidikan, persoalannya bukan hanya siapa yang ditangkap di lokasi, tetapi bagaimana narkotika diduga masuk, diedarkan, dan siapa yang mengendalikan jalurnya.

Setelah Basri dikabarkan ditangkap, pertanyaan berikutnya menjadi semakin penting: dari mana barang tersebut diperoleh, siapa pemasoknya, siapa penerima pasokan, siapa pengatur distribusinya, dan apakah dugaan jaringan P3, P2 serta P1 memang terhubung dalam satu rantai pasokan?

Materi Cyberbatam juga menyebut Basri sebagai “bandar utama pemasok narkoba ke P3 P2 P1” dengan dugaan pasokan minimal 40.000 butir per bulan. Jika nantinya terbukti secara hukum, skala tersebut menunjukkan dugaan jaringan distribusi yang jauh lebih besar dan terorganisasi.

MataXpost menilai penangkapan Basri seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar seluruh mata rantai. Jangan sampai proses hukum berhenti pada orang yang berada di depan, sementara pemasok utama, pengendali, jalur distribusi dan pihak yang menikmati keuntungan dari bisnis narkoba tidak tersentuh.

Bareskrim Polri perlu menjelaskan perkembangan perkara ini secara terang, termasuk status hukum Basri, peran yang disangkakan, barang bukti yang ditemukan, serta hasil pendalaman terhadap dugaan jaringan pemasok narkoba ke P1, P2 dan P3.

Seluruh tudingan dan nama yang muncul dalam materi media sosial tetap harus diposisikan sebagai dugaan sampai dibuktikan melalui proses hukum. Asas praduga tak bersalah wajib dihormati.

Namun jika benar terdapat pasokan narkoba hingga ratusan ribu butir setiap bulan, publik tentu menunggu pengusutan sampai ke akar.

Bongkar pemasoknya. Ungkap pengendalinya. Telusuri jalur distribusinya. Jangan berhenti pada satu nama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *