Network
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Rabu, 04 Nov 2026
x
XPOST Eksklusif XPOST Eksklusif

Vonis Bayu di Tengah Sidang Etik Aparat Polsek Tualang, Penanganan Perkara Kembali Jadi Sorotan

waktu baca 5 menit
Rabu, 5 Agu 2026 01:22

SIAK – Putusan terhadap Bayu yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siak pada Senin (3/8/2026) bertepatan dengan pelaksanaan sidang kode etik terhadap Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., Panit Reskrim Ipda Khairul, serta Penyidik Erwin Aryanto Putra Manalu di Bidang Propam Polda Riau. (04/08)

Persidangan etik tersebut menarik perhatian karena berlangsung pada hari yang sama dengan agenda pembacaan putusan perkara pidana Bayu.

Bahkan, beberapa saat sebelum majelis hakim membacakan amar putusan, Bayu dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kode etik melalui sambungan video dari ruang jaksa di Pengadilan Negeri Siak.

Kepada redaksi usai mengikuti sidang etik, Bayu mengaku pemeriksaan banyak menyoroti proses penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pertama. Ia menyatakan pada saat pemeriksaan awal tidak memperoleh pendampingan penasihat hukum secara nyata dan merasa isi keterangannya diarahkan mengikuti kehendak penyidik.

Keterangan tersebut merupakan pengakuan Bayu dalam sidang etik dan hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Bayu juga mengaku dalam persidangan etik mendengar Penyidik Erwin Aryanto Putra Manalu menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui secara utuh perkara yang ditanganinya dan hanya menjalankan perintah Panit Reskrim Ipda Khairul.

Selain itu, Bayu melihat adanya interaksi antara Ipda Khairul dengan penyidik tersebut yang menurut pengamatannya menyerupai isyarat saat penyidik memberikan keterangan di hadapan Majelis Komisi Etik.

Sidang etik juga mengungkap adanya perbedaan keterangan mengenai kronologi setelah penangkapan. Saat Majelis Komisi Etik menanyakan ke mana Bayu dan Lasmi dibawa setelah diamankan, Ipda Khairul disebut menjawab keduanya langsung dibawa ke Polsek Tualang.

Namun Bayu memberikan keterangan berbeda. Menurutnya, setelah ditangkap ia bersama Lasmi terlebih dahulu dibawa ke sebuah mess polisi di sekitar kawasan pipa Caltex, Perawang, dan berada di lokasi tersebut sekitar dua jam sebelum akhirnya dibawa ke Polsek Tualang. Perbedaan keterangan tersebut menjadi salah satu materi yang turut didalami dalam sidang etik.

Di sisi lain, fakta yang terungkap dalam persidangan pidana di Pengadilan Negeri Siak menunjukkan Lasmi terlebih dahulu diamankan sebelum Bayu ditangkap. Berdasarkan keterangan yang muncul di persidangan, Lasmi disebut diamankan sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian dibawa menuju lokasi tempat Bayu bekerja. Setelah berada di lokasi tersebut sekitar dua jam, Bayu baru diamankan sekitar pukul 17.45 hingga 18.00 WIB.

Rangkaian fakta tersebut memunculkan pertanyaan dari tim penasihat hukum. Menurut mereka, apabila dalam pengakuan Lasmi terdapat pihak lain yang diduga menjadi sumber narkotika, penyidik semestinya melakukan pengembangan terhadap pihak tersebut.

Tim pembela berpendapat keberadaan alat komunikasi maupun dugaan bukti transaksi dapat dijadikan dasar untuk menelusuri pihak lain yang diduga terlibat.

Dalam persidangan pidana, penasihat hukum Bayu juga mengajukan dalil adanya dugaan penjebakan (entrapment). Menurut pembela, aparat diduga memanfaatkan Lasmi untuk menghubungi Bayu dengan harapan memperoleh target lain dalam proses penyelidikan.

Dalil tersebut telah disampaikan di hadapan majelis hakim, namun menurut tim pembela belum memperoleh pertimbangan yang memadai dalam putusan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x