
.


Jakarta,- Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mendadak pada Senin (14/9/2026) menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satu yang kembali menjadi sorotan adalah polemik rencana setoran sekitar Rp120 triliun dari Danantara kepada negara. (15/09)
Purbaya masih menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan pada Senin pagi. Ia menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta untuk membahas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan. Beberapa jam kemudian, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru.
Hingga pergantian tersebut diumumkan, pemerintah belum memberikan alasan spesifik mengenai pencopotan Purbaya. Pergantian itu berlangsung ketika sejumlah agenda fiskal masih berjalan, termasuk persoalan penerimaan negara yang dikaitkan dengan Danantara.
Polemik Rp120 triliun bermula dari pernyataan Purbaya pada 28 Agustus 2026. Saat itu, ia mengatakan Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun kepada negara. Purbaya menyebut pembahasan telah dilakukan bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan prosesnya tinggal menunggu transfer.
Purbaya juga menyatakan bahwa keputusan tersebut berasal dari Presiden. Dana itu direncanakan masuk sebagai penerimaan negara dan digunakan dalam kerangka APBN 2026.
Namun, setelah pernyataan tersebut muncul, terdapat perbedaan informasi mengenai status dan mekanisme setoran. Purbaya kemudian mengakui bahwa pihak Danantara masih menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.
Persoalan ini kemudian tidak hanya menyangkut angka Rp120 triliun, tetapi juga menyentuh bagaimana keuntungan dan aset yang berada dalam pengelolaan Danantara diperlakukan dalam hubungan dengan keuangan negara.
Pertanyaan mengenai sumber dana juga muncul. Apakah Rp120 triliun tersebut merupakan dividen BUMN, keuntungan pengelolaan aset dan investasi, atau kombinasi dari beberapa sumber? Bagaimana penghitungannya dan melalui mekanisme apa dana tersebut masuk ke APBN?
Pertanyaan itu belum sepenuhnya terjawab ketika Purbaya meninggalkan kursi Menteri Keuangan.
Setelah Suahasil Nazara dilantik, Rosan Roeslani menyatakan Danantara masih akan membahas persoalan tersebut dengan Menteri Keuangan baru. Pembicaraan dijadwalkan dilakukan pada pekan yang sama.
Pernyataan tersebut menarik perhatian karena sebelumnya Purbaya menyampaikan bahwa keputusan mengenai dana tersebut telah ada dan tinggal menunggu proses transfer. Dengan pergantian Menteri Keuangan, persoalan Rp120 triliun kembali berada di meja pembahasan.
Belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa polemik Rp120 triliun menjadi penyebab Purbaya dicopot. Karena itu, hubungan langsung antara keduanya belum dapat disimpulkan.
Namun sejumlah pengamat ekonomi melihat persoalan tersebut sebagai salah satu bagian dari rangkaian masalah yang perlu diperhatikan dalam membaca pergantian Purbaya.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudistira sebelumnya menyinggung persoalan dividen Rp120 triliun Danantara dalam analisisnya mengenai evaluasi terhadap Purbaya.
Ia juga menyoroti persoalan koordinasi internal Kementerian Keuangan, termasuk hubungan antara Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta persoalan restitusi pajak.
Pandangan tersebut merupakan analisis pengamat dan bukan penjelasan resmi pemerintah mengenai alasan pencopotan Purbaya.
Ekonom senior INDEF Tauhid Ahmad memberikan perspektif berbeda. Menurutnya, pergantian Purbaya dapat dilihat sebagai penyegaran kabinet dan upaya pemerintah mencari sosok yang dinilai mampu memperkuat penerimaan negara, memperbaiki kualitas belanja serta menjaga pengendalian defisit.
Di tengah polemik tersebut, ada rangkaian peristiwa lain yang juga menarik perhatian.
Empat hari sebelum dicopot, Purbaya melakukan perombakan besar di tubuh Kementerian Keuangan. Pada 10 September 2026, sekitar 50 pejabat eselon II dan sekitar 350 pejabat eselon III mengalami perubahan posisi. Sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak turut terkena penataan.
Purbaya ketika itu menyebut perombakan sebagai bagian dari reorientasi organisasi dengan prinsip right man, right place. Ia mengatakan penataan dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas kerja Kementerian Keuangan.
Hanya empat hari kemudian, Purbaya digantikan.
Jarak waktu tersebut membuat perombakan personel Kemenkeu ikut menjadi bagian penting untuk ditelusuri. Namun, sampai sekarang belum ada bukti bahwa mutasi besar-besaran tersebut berkaitan langsung dengan pencopotan Purbaya.
Reuters melaporkan pergantian Purbaya terjadi di tengah perhatian terhadap arah kebijakan fiskal, defisit, pelemahan rupiah dan kepercayaan investor. Pemerintah tidak memberikan alasan spesifik mengenai keputusan mengganti Purbaya.
Suahasil Nazara kemudian dipercaya mengambil alih posisi tersebut. Ia bukan orang baru di Kementerian Keuangan karena sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
Masuknya Suahasil membuat sejumlah kebijakan pada era Purbaya kini berada di bawah kendali dan evaluasi Menteri Keuangan baru. Salah satunya adalah persoalan Rp120 triliun dari Danantara.
Jika dana tersebut memang akan menjadi penerimaan negara, pemerintah perlu menjelaskan sumber, dasar hukum, mekanisme pencatatan dan penggunaannya dalam APBN. Danantara juga perlu memberikan penjelasan mengenai posisi badan tersebut terhadap rencana setoran tersebut.
Sementara itu, pencopotan Purbaya masih menyisakan ruang pertanyaan.
Apakah pergantian tersebut murni penyegaran kabinet? Apakah berkaitan dengan evaluasi kebijakan fiskal? Atau terdapat perbedaan pandangan mengenai sejumlah kebijakan strategis yang belum disampaikan kepada publik?
Tidak ada jawaban resmi yang memastikan hal tersebut.
Karena itu, menyebut Rp120 triliun sebagai penyebab pencopotan Purbaya saat ini masih terlalu dini. Tetapi rangkaian peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan membuat polemik tersebut layak mendapat penjelasan lebih terbuka.
Purbaya menyatakan rencana Rp120 triliun telah diputuskan. Danantara kemudian masih perlu membahas persoalan tersebut dengan Menteri Keuangan baru.
Pada saat yang sama, Purbaya dicopot setelah sebelumnya melakukan perombakan besar di Kementerian Keuangan.
Rangkaian fakta itulah yang kini menjadi perhatian. Skandal Danantara Rp120 Triliun dan Pencopotan Purbaya, Ada Apa?
Jawabannya berada pada dokumen, mekanisme pengelolaan dana, keputusan pemerintah, serta penjelasan resmi pihak-pihak yang terlibat.
Publik menunggu keterbukaan tersebut agar polemik Rp120 triliun tidak berhenti sebagai perang pernyataan, sementara pergantian Menteri Keuangan hanya meninggalkan spekulasi.

Tidak ada komentar