тαʝαм мєℓιнαт ƒαктα
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Senin, 14 Sep 2026
x
.

Keluarga MA Buka Suara: Kami Sudah Ikhlas, Jangan Perkeruh Suasana

waktu baca 4 menit
Senin, 14 Sep 2026 21:15

SELATPANJANG, – Persoalan meninggalnya MA (26), warga Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, di sebuah hotel di Pekanbaru pada 20 Agustus 2026, masih menjadi perhatian sejumlah pihak. (14/0)

Di tengah beragam informasi dan narasi yang berkembang, jajaran Partai NasDem Riau dan Kepulauan Meranti mendatangi keluarga almarhum untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Kunjungan tersebut berlangsung Senin (14/9/2026) di kediaman keluarga almarhum di Kecamatan Merbau.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Bapilu DPW Partai NasDem Provinsi Riau Dedi Harianto Lubis, Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau Panda Sitondang, serta Ketua DPD Partai NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra. Turut hadir kader NasDem Meranti Lianita bersama suaminya, Harunsen Siregar.

Rombongan disambut ayah almarhum, Sutrisno, bersama istrinya, Arlinda. Pertemuan tersebut juga dihadiri kuasa hukum keluarga, Wawan Kurniawan, SH, kakak kandung almarhum Nur Roihatul Jannah, pemuka agama sekaligus tetangga almarhum Darwin, serta tokoh pemuda Yoldi Asadi dan Firman Syahputra.

Ketua DPD NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra mengatakan, kedatangan jajaran NasDem merupakan bentuk kepedulian dan penghormatan kepada keluarga yang tengah berduka.

Rony mengaku memiliki kedekatan emosional dengan MA. Keduanya sering terlibat dalam aktivitas organisasi di Pekanbaru hingga kemudian hubungan tersebut berlanjut dalam sejumlah agenda kepartaian.

“Almarhum ini bukan kader NasDem. Tetapi karena kedekatan kami sejak sama-sama aktif dalam organisasi asal Meranti di Pekanbaru, hubungan itu terus terjalin. Bahkan beberapa kali almarhum ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan,” kata Rony.

Menurut Rony, kedekatan tersebut membuat dirinya menganggap MA bukan sekadar kenalan, melainkan seperti keluarga sendiri.

“Saya menganggap almarhum seperti adik saya sendiri. Karena itu, hari ini kami datang bukan membawa kepentingan apa-apa. Kami datang sebagai bagian dari keluarga yang ingin menyampaikan rasa duka dan memberikan penguatan kepada keluarga almarhum,” ujarnya.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada Sutrisno, Arlinda, dan seluruh keluarga MA. Rony berharap keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

“Tidak ada kata-kata yang benar-benar cukup untuk menggambarkan rasa kehilangan itu. Kami hanya ingin keluarga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami ikut berduka dan akan terus menjaga silaturahmi ini,” tuturnya.

Rony juga berharap hubungan antara keluarga almarhum dengan dirinya serta keluarga besar NasDem Meranti tetap terjaga.

“Jangan anggap kami datang hanya hari ini. Insyaallah tali silaturahmi akan terus kita jaga. Saya berharap keluarga juga menganggap kami sebagai keluarga. Kalau ada yang bisa kami bantu dalam batas kewajaran, tentu kami akan berusaha hadir,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Rony turut menyayangkan munculnya berbagai informasi dan narasi setelah meninggalnya MA. Ia berharap persoalan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu maupun berkembang menjadi konflik sosial dan politik.

Terlebih, nama kader NasDem Lianita Muharni turut disebut dalam rangkaian informasi mengenai peristiwa sebelum MA meninggal dunia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ahliwaris, Wawan Kurniawan, SH, menegaskan bahwa keluarga telah menerima kepergian MA sebagai sebuah musibah.

Menurut Wawan, orang tua almarhum selaku ahliwaris telah mengikhlaskan kepergian anak mereka. Keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan upaya hukum terkait kejadian tersebut di kemudian hari.

“Ahliwaris selaku orang tua dari almarhum telah menerima secara ikhlas meninggalnya almarhum sebagai musibah. Para pihak selaku ahliwaris tidak akan melakukan upaya hukum apa pun hingga kemudian hari,” kata Wawan.

Wawan berharap sikap keluarga tersebut dapat dihormati seluruh pihak. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi memperkeruh suasana dengan narasi yang dapat mengganggu keluarga yang sedang berduka.

“Ahliwaris meminta kepada kita semua untuk mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Darwin, tokoh masyarakat sekaligus tetangga almarhum. Ia meminta agar kondisi duka keluarga tidak dimanfaatkan sebagai alat untuk menyerang pihak lain maupun mengejar kepentingan tertentu.

“Kami tidak takut terhadap guncangan dari luar, termasuk keluarga sendiri. Gak ada keuntungan bagi kita, kerugian yang ada,” ujar Darwin.

Darwin mengatakan, orang tua MA sudah cukup menderita akibat kehilangan anak. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi pihak yang memperbesar persoalan sehingga menambah beban keluarga.

“Apalagi orang tuanya (almarhum) menderita macam itu dibuat masalah yang tidak-tidak lagi,” tuturnya.

Ia menyebut MA dikenal sebagai sosok yang baik dan telah dikenalnya sejak lama.

“Kami menilai anak kami (almarhum) dari awal. Kami sudah 41 tahun di sini. Kebetulan anak saya dengan almarhum kompak memang mulai dari SD,” katanya.

Darwin menegaskan keluarga telah mengikhlaskan kepergian MA sebagai sebuah musibah dan berharap keputusan tersebut dihormati semua pihak.

“Biarkan orang menafsirkan yang lain, itu urusan dia. Yang penting kita sebagai keluarga sudah kita ikhlaskan,” pungkasnya.

Usai bersilaturahmi di rumah duka, rombongan NasDem kemudian berziarah ke makam MA. Mereka memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan ampunan dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    XPOST FOCUS