
.


KUANTAN SINGINGI,- Sengketa lahan di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dikabarkan berujung pada aksi pembacokan terhadap sekelompok pekerja, Sedikitnya tujuh orang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.(Minggu, 06/09)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan penguasaan lahan yang selama ini telah dikelola oleh masyarakat.
Sejumlah warga setempat menyebut lahan tersebut tengah menjadi sengketa dan dikaitkan dengan anak dari Dedi Handoko alias DH.
Warga juga menduga adanya upaya pengambilalihan lahan secara paksa. Dalam situasi tersebut, sekelompok orang yang disebut sebagai “pekerja’ dari kelompok Flores datang ke lokasi hingga kemudian terjadi aksi kekerasan.
Salah satu korban diketahui bernama Iwan Balon, seorang pekerja yang bertugas menjaga kebun masyarakat. Iwan dilaporkan mengalami luka serius akibat pembacokan, terutama pada bagian tangan hingga nyaris putus dan membutuhkan penanganan medis.
Selain luka pada tangan, korban juga dilaporkan mengalami sejumlah luka pada bagian tubuh lainnya. Setelah mendapatkan pertolongan awal, Iwan kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Informasi awal menyebutkan sedikitnya tujuh orang menjadi korban dalam aksi tersebut. Kondisi dan identitas korban lainnya masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Di tengah peristiwa tersebut, muncul pula dugaan bahwa orang-orang yang datang ke lokasi merupakan pihak yang didiga diperintahkan atau disuruh oleh anaknya DH.
Namun, dugaan mengenai siapa yang memerintahkan aksi tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan.
Masyarakat setempat berharap aparat penegak hukum tidak hanya mengusut aksi pembacokan, tetapi juga menelusuri akar persoalan sengketa lahan yang diduga menjadi latar belakang kejadian.
Termasuk mengungkap status dan dasar penguasaan lahan, pihak-pihak yang bersengketa, serta siapa saja yang terlibat dalam kedatangan kelompok tersebut ke lokasi.
Dugaan keterlibatan pihak tertentu yang dikaitkan dengan keluarga Dedi Handoko alias DH masih memerlukan verifikasi dan keterangan resmi.
Hingga berita ini disusun, kronologi lengkap kejadian, identitas para pelaku, motif pembacokan, serta status hukum lahan yang menjadi objek sengketa masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Masyarakat kini menunggu langkah aparat untuk mengungkap secara terang-benderang apa yang sebenarnya terjadi di Muara Langsat dan memastikan persoalan sengketa lahan tidak kembali berujung pada kekerasan.
Redaksi juga masih berusaha menghubungi pihak DH terkait kejadian tersebut, dan memberikan Hak Jawab seluas-luasnya sesuai Kode Etik yang diatur dalam UU Pers No 40 tahun 1999.

Tidak ada komentar