
.


Pekanbaru,- Pelaksanaan Mubes I salah satu serikat pekerja BRK Syariah pada 23 Agustus 2026 memunculkan sejumlah pertanyaan serius. Di tengah kampanye efisiensi dan berbagai persoalan kinerja bank, kegiatan tersebut disebut mendapat dukungan besar dengan penggunaan fasilitas dan anggaran perusahaan. (27/08)
Mubes ini juga tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melatarbelakanginya. Pada Februari 2026, telah berdiri serikat pekerja lain yang lebih dahulu menggelar Mubes dan dikenal di kalangan pegawai sebagai organisasi yang aktif, kritis, dan independen dalam menyuarakan aspirasi pekerja.

Sementara itu, serikat yang baru menggelar Mubes pada Agustus 2026 ini disebut telah lama tidak aktif, sejak 2007 dan berada di bawah formatur selama sekitar empat tahun terakhir tanpa ada kegiatan dan pembelaan.
Sejumlah sumber internal menilai percepatan Mubes diduga berkaitan dengan menguatnya eksistensi serikat pekerja yang telah lebih dahulu berdiri.
MUBES BESAR DI TENGAH EFISIENSI

Menurut sejumlah sumber, pelaksanaan Mubes menggunakan berbagai instrumen perusahaan. Jaket untuk ratusan peserta dan pejabat, konsumsi, spanduk, SPPD hingga kebutuhan lainnya disebut ditanggung perusahaan. Nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Ironinya, pada saat yang sama manajemen terus menggaungkan efisiensi.
Rapat Kinerja Bulanan dilakukan melalui Zoom dengan alasan penghematan anggaran. Bahkan, Rapat Kinerja Triwulan II 2026 yang semestinya digelar pada Juli disebut hingga kini belum terlaksana.
Agenda yang berkaitan langsung dengan evaluasi bisnis bank justru belum dilakukan, sementara sebuah Mubes organisasi pekerja dapat digelar dengan mobilisasi besar.
Sejumlah kepala kantor yang dihubungi membenarkan adanya komunikasi dan dorongan untuk menghadiri Mubes atau mengutus perwakilan. Beberapa sumber bahkan mengaku mendapat tekanan terkait kehadiran.
Beberapa Pimpinan Cabang justru menyampaikan mendapat pesan langsung dari Plt. Dirut agar menghadiri Mubes. Konfirmasi ke Helwin Yunus sebagi Plt. Dirut belum mendapatkan jawaban.
MILAD KONVERSI TERLUPAKAN
Ironi semakin terasa karena Mubes digelar 23 Agustus 2026, sehari setelah BRK Syariah memperingati empat tahun konversi menjadi bank syariah. Milad 4 Tahun Konversi BRK Syariah jatuh pada tanggal 22 Agustus 2026.
Namun menurut sejumlah pegawai, Milad empat tahun Konversi nyaris tidak mendapat perayaan maupun publikasi yang berarti. Media internal perusahaan juga disebut tidak memberikan gaung yang sebanding.
Sebaliknya, perhatian justru tertuju pada pelaksanaan Mubes. Bahkan, sejumlah video ucapan dari pemegang saham yang beredar disebut lebih menyoroti Mubes tersebut.
Empat tahun perjalanan transformasi bank nyaris tanpa gaung. Mubes justru mendapat panggung dan fasilitas besar. Setiap kantor bahkan diwajibkan memberikan papan bunga Mubes, bukan papan bunga Milad Konversi.
MUBES BESAR, HASIL UNTUK PEGAWAI MINIM
Yang lebih mengundang pertanyaan adalah hasil Mubes. Sejumlah peserta menyebut forum tersebut sama sekali tidak membahas dan mengesahkan AD/ART sebagai dasar organisasi, tidak menyampaikan pertanggungjawaban formatur selama sekitar empat tahun, baik program maupun keuangan, dan tidak menghasilkan satu pun rekomendasi konkret mengenai persoalan kesejahteraan pegawai.
Persoalan semakin sensitif ketika sejumlah Pincab dan Pincapem disebut dihubungi satu per satu setelah diketahui bergabung dengan serikat pekerja lain.
Beberapa sumber mengaku diminta mundur dan menyebut adanya kekhawatiran terhadap mutasi maupun posisi jabatan.
Tidak ada agenda strategis mengenai karier, perlindungan pekerja, peningkatan kompetensi maupun perbaikan hubungan industrial.
Ratusan juta rupiah dikeluarkan untuk sebuah Mubes, instrumen perusahaan sampai digunakan untuk mendukung publikasi dan pelaksanaannya, kepala kantor mendapatklan tekanan.
Tetapi tidak lahir satu pun rekomendasi nyata untuk kesejahteraan pegawai, sementara agenda kinerja bank justru berhemat dan Milad Konversi nyaris terlupakan. Hanya memilih Ketua Umum.
Dan yang miris, ditengah sorotan kinerja Bank yang belum membaik, puluhan Pincab dan Pincapem meninggalkan tugas pada hari kerja karena perjalanan dinas.
Lalu, Mubes ini sebenarnya untuk siapa? Apakah agenda pengamanan Pencalonan Plt Dirut menjadi Direktur Utama?
(tim)
Bunga Cantika


















.
.
.


Tidak ada komentar