
.


PEKANBARU, – Dugaan penganiayaan terhadap seorang warga terjadi di salah satu kafe di kawasan Jalan Ronggowarsito, Pekanbaru. Seorang warga berinisial RW disebut menjadi korban pemukulan oleh seorang pria yang disebut merupakan anggota TNI berpangkat kolonel berinisial Jefridin. (26/08)
Pria tersebut juga disebut bertugas sebagai Kepala Bagian (Kabag) Keamanan di PT Agrinas. Informasi mengenai identitas dan jabatan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.
Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat RW bersama sejumlah orang lainnya berada di ruang smoking area sebuah kafe.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, seorang pria berbadan besar tiba-tiba datang ke dalam kafe dan menuju ruang smoking area. Pria tersebut kemudian diduga langsung melakukan pemukulan terhadap RW.
Tak hanya dugaan pemukulan, korban juga disebut menerima sejumlah ancaman. Di antaranya ancaman akan diculik serta ancaman untuk mematahkan tangan dan kaki.

Karyawan kafe berinisial T saat dimintai keterangan membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, saat itu terdapat sejumlah tamu yang sedang berada di ruang smoking area sebelum seorang pria datang dan kemudian terjadi aksi pemukulan.
Setelah kejadian tersebut, warga disebut mendatangi Polsek Lima Puluh untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
Namun, berdasarkan keterangan warga, aparat di Polsek Lima Puluh menyarankan agar kejadian tersebut dilaporkan kepada POM TNI, mengingat pihak yang disebut terlibat diduga merupakan anggota TNI.
Keterangan saksi dan langkah pelaporan tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk motif kedatangan pria tersebut hingga terjadinya dugaan kekerasan terhadap warga.
Dugaan ini menjadi perhatian karena sosok yang disebut terlibat merupakan anggota TNI berpangkat kolonel. Namun, kebenaran mengenai dugaan pemukulan, ancaman, identitas, serta rangkaian kejadian secara lengkap tetap perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan pihak-pihak terkait.
Mata X Post masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebut dalam peristiwa tersebut, pihak PT Agrinas, serta institusi TNI untuk mendapatkan keterangan yang berimbang.
Dugaan aksi kekerasan yang melibatkan aparat terhadap warga sipil merupakan persoalan serius. Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan semacam ini harus ditindak sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
Karena itu, Pomdam XIX/Tuanku Tambusai diharapkan dapat menindaklanjuti laporan atau informasi mengenai kejadian tersebut, melakukan pemeriksaan secara objektif, serta memastikan proses penanganannya berjalan transparan dan sesuai aturan.
Masyarakat tentu berharap setiap laporan yang menyangkut dugaan kekerasan oleh aparat dapat ditangani secara profesional, sehingga fakta kejadian dapat terungkap dan tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.
Mata X Post akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan keterangan serta sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kolonel Jefridin terkait dugaan penganiayaan dan ancaman yang disampaikan oleh pihak korban. Mata X Post tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak Kolonel Jefridin maupun pihak-pihak terkait.
Bunga Cantika


















.
.
.


Tidak ada komentar