Network
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Senin, 02 Nov 2026
x

BBM Riau Langka, Dugaan Permainan Volume hingga Segel Tangki Truk di Depot Pertamina Sei Duku Mencuat

waktu baca 5 menit
Rabu, 16 Sep 2026 13:00

PEKANBARU, – Kelangkaan dan antrean panjang BBM subsidi di sejumlah wilayah Riau membuka persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar ketersediaan stok. Informasi mengenai dugaan permainan distribusi BBM kini mengarah pada rantai yang lebih panjang, mulai dari depot, proses pengisian dan tera, mobil tangki, perjalanan menuju SPBU, hingga titik-titik persinggahan tertentu. (16/09)

Pola yang mencuat perlu dibongkar secara menyeluruh. Mobil tangki masuk ke depot, menjalani proses pengisian dan pengukuran, menerima dokumen pengiriman, kemudian bergerak menuju SPBU.

Namun, informasi yang beredar menyebut adanya dugaan permainan volume sejak kendaraan masih berada di dalam depot hingga perjalanan menuju titik penerimaan.

Salah satu sumber informasi yang paling serius adalah dugaan adanya volume BBM tertentu yang sejak awal disebut lebih besar dibandingkan volume resmi yang tercatat dalam dokumen.

Jika pola ini benar terjadi, pertanyaan utamanya bukan lagi semata-mata mengenai sopir mobil tangki, melainkan bagaimana kelebihan volume tersebut bisa muncul, siapa yang mengetahui, siapa yang memiliki kewenangan melakukan pengukuran, bagaimana pencatatannya, dan bagaimana kendaraan dapat meninggalkan depot dengan kondisi tersebut.

Informasi yang beredar bahkan mengarah pada dugaan adanya pola transaksi berantai: kelebihan volume disebut menjadi bagian yang kemudian “diperjualbelikan”, sementara sopir diduga memberikan sejumlah uang dalam proses pengeluaran kendaraan.

Pos tera menjadi salah satu titik yang perlu diperiksa secara serius, termasuk apakah terdapat transaksi atau kesepakatan tertentu yang berkaitan dengan hasil pengukuran volume.

Rantai dugaan tersebut juga mengarah pada jalur pengamanan kendaraan. Jika terdapat informasi mengenai pemberian uang kepada pihak yang bertugas melakukan pengawasan kendaraan, maka hal itu perlu diuji melalui bukti, bukan sekadar berhenti pada pengakuan ataupun bantahan.

Di sinilah persoalan menjadi serius. Sebab, apabila volume BBM dapat berubah atau terdapat kelebihan yang tidak tercermin secara jelas dalam dokumen, maka sistem pengawasan di depot patut diperiksa dari hulu hingga hilir.

Pertanyaannya sederhana tetapi mendasar: berapa volume yang seharusnya dimuat, berapa volume yang benar-benar masuk ke tangki, berapa yang tercatat dalam sistem, siapa yang melakukan tera, siapa yang mengesahkan hasil pengukuran, dan berapa volume yang akhirnya diterima SPBU?

Semua tahapan tersebut seharusnya meninggalkan jejak. Data tera, dokumen pengiriman, sistem pencatatan, CCTV, waktu kendaraan masuk dan keluar, data akses, pemasangan segel atau pengaman, hingga perjalanan kendaraan dapat digunakan untuk membuktikan apakah volume yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi fisik kendaraan.

Karena itu, pemeriksaan tidak boleh hanya diarahkan kepada sopir. Rantai pengawasan di dalam depot juga harus diperiksa, termasuk proses pengisian, tera, administrasi, penerbitan dokumen, pengamanan kendaraan dan pemeriksaan sebelum mobil tangki keluar dari area depot.

Jika benar terdapat kelebihan volume, maka harus dijawab secara teknis dan administratif: dari mana kelebihan itu berasal, kapan terjadi, siapa yang mengukur, bagaimana dicatat, siapa yang mengesahkan, serta apakah kondisi tersebut terjadi secara kebetulan atau berulang pada kendaraan tertentu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x