тαʝαм мєℓιнαт ƒαктα
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Rabu, 16 Sep 2026
x
.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siaga Karhutla, Koordinasi BNPB Perkuat Langkah Terpadu di Riau

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Sep 2026 01:08

PEKANBARU, – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara terpusat melalui video conference bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merespons perkembangan Karhutla serta memastikan penanganannya di lapangan berjalan cepat, terpadu dan terkoordinasi.

Dalam rakor tersebut, Pangdam hadir bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H., Kepala BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.

Sejumlah hal menjadi pembahasan, mulai dari perkembangan titik Karhutla, langkah pencegahan dan pemadaman, kesiapan personel hingga dukungan sarana dan prasarana.

Penguatan koordinasi lintas instansi juga menjadi perhatian untuk mempercepat respons apabila ditemukan kebakaran maupun titik asap baru.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait terus memperkuat pemantauan serta kesiapsiagaan di wilayah yang rawan Karhutla.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas perekonomian.

Kondisi geografis Riau yang memiliki sejumlah kawasan lahan gambut turut menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla. Karena itu, deteksi dini, pemantauan wilayah rawan serta kecepatan pengerahan personel dan sarana pemadaman terus diperkuat.

Rapat koordinasi berlangsung tertib dan lancar. Seluruh unsur menegaskan pentingnya respons cepat, koordinasi yang kuat serta kerja terpadu mulai dari pemerintah pusat hingga personel yang berada di lapangan.

(Pendam XIX/Tuanku Tambusai)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x