








PEKANBARU, – Warga Jalan Tanjung Karang RT 001, RW 001 Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, dibuat resah oleh dugaan aktivitas pengumpulan dan penimbunan BBM bersubsidi jenis Pertalite di kawasan permukiman tersebut. (18/09)
Informasi awal yang dihimpun yang bersumber dari media mentengnews.com menyebutkan, dugaan aktivitas tersebut terjadi di Jalan Tanjung Karang RT 01, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.
Menurut keterangan warga, seseorang berinisial Rd diduga hampir setiap hari mengumpulkan Pertalite di lokasi tersebut. BBM itu disebut warga diduga diperoleh dari praktik yang mereka sebut sebagai “kencingan” mobil tangki Pertamina.
Warga juga menyebut lokasi tersebut merupakan rumah putih bertingkat yang diketahui menjalankan usaha perbaikan ponsel serta layanan BRILink. Keberadaan aktivitas usaha tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan warga terkait lokasi yang mereka keluhkan.
Di saat yang sama, muncul dugaan bahwa terdapat aktivitas pengumpulan dan pemindahan Pertalite di lokasi tersebut. Warga meminta aparat memastikan apakah aktivitas tersebut memiliki keterkaitan dengan usaha Pertamini atau kegiatan lainnya.
Menurut informasi warga, Pertalite tersebut diduga dibeli menggunakan mobil Daihatsu Espass yang disebut memiliki tangki yang telah dimodifikasi agar mampu menampung BBM dalam jumlah lebih banyak. Informasi tersebut tentu perlu diperiksa dan dikonfirmasi langsung oleh aparat.
Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi berada di tengah permukiman dengan rumah yang berdekatan. Bahkan, menurut keterangan warga, Rd diduga melakukan pengisian maupun pemindahan BBM sambil merokok.
“Kami takut terjadi kebakaran. Kalau sampai BBM terbakar, rumah warga di sini bisa ikut kena karena jaraknya berdekatan,” ujar seorang warga.
Warga lainnya meminta aparat tidak menunggu sampai terjadi musibah.
“Kami bukan mau menuduh siapa-siapa. Kami hanya ingin ada pemeriksaan. Kalau memang tidak ada masalah, sampaikan kepada warga. Jangan sampai nanti sudah terbakar baru semua bergerak,” katanya.
Saat awak media mataxpost mendatangi lokasi, tampak sejumlah anggota Rd segera memindahkan jerigen-jerigen dari lokasi tersebut ke tempat lainnya. Aktivitas pemindahan itu terlihat saat awak media berada di sekitar lokasi. Belum diketahui secara pasti apa isi jeriken tersebut maupun alasan pemindahannya.
Karena itu, Polsek Lima Puluh dan Polresta Pekanbaru diminta turun langsung ke lokasi untuk memeriksa dugaan tersebut, termasuk asal BBM, volume yang disimpan, kendaraan yang digunakan, serta pola pembelian dan penyalurannya.
Pertanyaannya sederhana: berapa kali pengisian dilakukan, dari SPBU mana, berapa banyak Pertalite yang dikumpulkan, dan ke mana BBM tersebut kemudian disalurkan?
Jika aktivitas tersebut benar berlangsung secara berulang dalam jumlah besar, aparat perlu menelusuri apakah hanya melibatkan satu pihak atau terdapat pihak lain dalam rantai pemasokan, pengumpulan, penampungan maupun penyaluran BBM bersubsidi.
Istilah “mafia Pertalite” pun mulai muncul di tengah keresahan warga. Namun, apakah benar terdapat jaringan atau hanya aktivitas perorangan, hal tersebut tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan penelusuran aparat.
Warga sudah menyampaikan keresahannya. Kini mereka menunggu tindakan aparat untuk memastikan apakah dugaan tersebut benar atau tidak.
Apakah Polsek Lima Puluh akan turun memeriksa, atau persoalan ini baru menjadi perhatian setelah terjadi kebakaran?
Mataxpost membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Rd, pemilik atau pengelola rumah dan usaha yang disebut, maupun pihak lain yang berkaitan dengan pemberitaan ini.



Tidak ada komentar