тαʝαм мєℓιнαт ƒαктα
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Rabu, 23 Sep 2026
x
.

Dugaan Pelecehan di Doorsmer Tom N Friend’s Sail Pekanbaru, Korban Minta Keadilan

waktu baca 5 menit
Rabu, 23 Sep 2026 18:00

PEKANBARU, — Dugaan tindakan tidak senonoh terhadap perempuan berinisial CT di ruang tunggu usaha cucian mobil Tom n Friend’s di kawasan Sail, Pekanbaru, kini tidak lagi sekadar menjadi persoalan internal.(23/09)

Pada saat wawancara dengan awak media wanita berinisial CT yang didampingi suaminya inisial ER mengaku ditarik pundaknya lalu dicium pria berinisial IB pada Kamis, 17 September 2026.

Atas kejadian tersebut, wanita berusia 30 an tersebut mengalami depresi dan suami korban berencana menempuh jalur hukum dengan membuat laporan kepada kepolisian.

Persoalan ini sebelumnya diketahui telah disampaikan kepada pemilik usaha yang disebut bernama Dr. Zul Karnain, seorang dokter spesialis saraf yang dikaitkan dengan usaha cucian mobil TOM and Friends.

Berdasarkan informasi yang diterima, persoalan tersebut dijadwalkan dibahas pada Kamis, 23 September 2026.

Menurut keterangan CT, peristiwa bermula ketika dirinya mengambil minuman dari dalam kulkas di ruang tunggu.

Saat hendak keluar, ia berpapasan dengan IB yang kemudian disebut sebagai terduga pelaku. Korban inisial CT mengaku pelaku IB tiba-tiba menarik pundaknya dan mencium dirinya.

Ia spontan memberontak dan mendorong IB, lalu meninggalkan ruangan untuk menghindari kejadian lebih lanjut.

Saat kejadian, suami CT, ER, berada di ruangan sebelah. ER kemudian melihat CT berjalan terburu-buru menuju ruang istirahat. Hampir bersamaan, ER melihat IB keluar dari ruang tunggu.

Menurut ER, IB terlihat kikuk dan salah tingkah. Bahkan, tanpa ditanya, IB disebut mengatakan sedang mencari uang. Sikap tersebut membuat ER merasa ada sesuatu yang tidak biasa.

ER kemudian masuk ke ruang istirahat dan menanyakan kepada CT mengenai IB. Namun, CT belum menceritakan apa yang terjadi.

Ia mengaku memilih diam karena khawatir persoalan tersebut menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.
Kegelisahan CT berlanjut hingga keesokan harinya.

Ia kemudian menceritakan persoalan tersebut kepada temannya, SA. CT disarankan menjaga jarak dari IB dan menyampaikan kejadian itu kepada suaminya.

Baru pada Minggu malam, CT akhirnya mengungkap kejadian yang disebut dialaminya kepada ER. CT menyampaikan cerita tersebut sambil menangis.

Setelah mengetahui persoalan itu, ER dan CT berencana menyampaikannya kepada pemilik usaha. Pembicaraan kemudian diarahkan untuk mencari penyelesaian secara internal.

Terduga pelaku IB bukan orang asing di lingkungan usaha tersebut. Ia disebut bekerja sebagai orang yang bertugas memanaskan dan merawat kendaraan pribadi milik Dr. Zul Karnain. Posisi itu pula yang membuat keberadaan IB di lokasi menjadi sesuatu yang biasa.

Saat awak media mendatangi lokasi, pemandangan di area usaha tersebut justru membuka sisi lain. Sejumlah kendaraan pribadi berkelas tampak terparkir dan sebagian ditutup menggunakan selimut pelindung.

Sedikitnya sekitar delapan kendaraan terlihat berada di lokasi, termasuk kendaraan jenis Toyota Alphard dan sejumlah kendaraan lainnya.

Bukan hanya satu atau dua kendaraan. Deretan mobil tersebut memperlihatkan bahwa lokasi itu juga digunakan untuk menyimpan dan merawat kendaraan pribadi dalam jumlah cukup banyak.

Informasi yang diterima awak media menyebutkan, kendaraan pribadi milik Dr. Zul Karnain juga terdapat di lokasi usaha lainnya.

Jika informasi tersebut benar, muncul pertanyaan lebih jauh: seberapa besar sebenarnya aset kendaraan yang berada dalam penguasaan atau penggunaan sang dokter?

Pemandangan mobil-mobil mewah itu menjadi kontras dengan persoalan yang kini mencuat. Di satu sisi, terlihat fasilitas dan kendaraan bernilai tinggi yang berada di lingkungan usaha.

Di sisi lain, muncul dugaan tindakan tidak senonoh terhadap seorang perempuan yang kemudian hendak dibawa ke jalur hukum.

Yang semakin mengundang perhatian adalah ketika awak media meminta tanggapan Dr. Zul Karnain mengenai persoalan tersebut. Jawabannya singkat:
“Ga ada solusinya.” singkat nya,

Hanya empat kata.

Di tengah lingkungan usaha yang tampak menyimpan sejumlah kendaraan pribadi bernilai tinggi dan keberadaan pekerja yang disebut secara khusus bertugas mengurus kendaraan sang dokter.

Jawaban tersebut justru meninggalkan tanda tanya: ketika persoalan serius muncul di lingkungan usaha, apakah memang tidak ada satu pun langkah yang bisa dilakukan pemilik usaha?

Pertanyaan publik kini bukan hanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada 17 September 2026.

Tetapi juga tentang siapa yang bertanggung jawab atas lingkungan kerja tersebut, bagaimana pengawasan terhadap pekerja dilakukan, dan mengapa persoalan yang sudah disampaikan kepada pemilik usaha justru berujung pada jawaban “ga ada solusinya”.

Namun, sejak berita ini ditayangkan, keberadaan IB yang disebut sebagai terduga pelaku belum diketahui. Informasi mengenai keberadaan dan posisi IB belum diperoleh secara pasti hingga berita ini dipublikasikan.

Kini CT berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan kepada kepolisian. Langkah itu diambil setelah persoalan sebelumnya sempat diarahkan pada upaya penyelesaian secara internal.

Dalam posisi saat ini, IB masih sebatas disebut sebagai terduga pelaku dan belum berstatus sebagai pihak yang telah dinyatakan bersalah.

Apabila laporan kepolisian dibuat, proses hukum akan menjadi ruang untuk menguji keterangan para pihak serta menelusuri saksi dan bukti yang dapat menerangkan peristiwa pada 17 September 2026..

Terlebih, dugaan ini menyangkut peristiwa yang disebut terjadi di ruang tunggu sebuah usaha, sehingga fakta mengenai apa yang sebenarnya terjadi perlu ditelusuri melalui keterangan saksi, bukti pendukung, maupun proses hukum apabila laporan resmi telah dibuat.

Kini perhatian tertuju pada langkah CT untuk membawa persoalan tersebut ke jalur hukum serta bagaimana aparat penegak hukum, apabila laporan diterima, akan menindaklanjutinya.

MataXpost menyajikan informasi ini berdasarkan keterangan yang diperoleh. Status dugaan dan identitas pihak yang disebut sebagai terduga pelaku tetap ditempatkan dalam koridor asas praduga tak bersalah.

Pihak IB maupun pemilik usaha tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan serta Kode Etik Jurnalistik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x