Network
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Minggu, 01 Nov 2026
x

Kepemimpinan Afni – Syamsurizal Akan Membawa Perubahan Diragukan Sejumlah Kalangan Aktivis

waktu baca 5 menit
Sabtu, 7 Des 2024 22:04

Terkait alih fungsi lahan tersebut, sejumlah pihak menyoroti tugas Fungsi dan pengawasan DPRD Siak tidak berjalan, malah sebaliknya para aktivis menduga oknum DPRD Siak juga terlibat atas pengalihan lahan tersebut.

Di lahan seluas 6 (enam) hektare di Jalan Raja Kecik bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak milik pemerintah setempat untuk Rumah Sederhana Bersubsidi yang telah berubah menjadi perumahan mewah.

  1. Terungkap masalah lahan ada keterlibatan seorang Pengusaha yang diduga Mafia di Kabupaten Siak, sebut nama Bashian alias Baseng, Pengusaha ini terindikasi kuat memiliki kekuasaan mengatur petinggi di lingkungan Pemkab Siak untuk mengeluarkan izin sesuai kehendaknya.

  2. Dugaan kasus korupsi di BUMD Siak yaitu Sarana Pembangunan Siak (SPS) atas dugaan jual beli lahan negara seluas 20 hektare kepada PT. Kapitol sebesar 8.7 miliar dan kepada PT Oriontal sebesar Rp7,95 miliar kasus dugaan ini juga tidak ada kabarnya dari Kejaksaan Tinggi Riau.

  3. Dugaan korupsi Kadiskes Siak, Tonny diduga telah memonopoli proyek alat kesehatan di Kabupaten Siak, serta adanya dugaan kegiatan fiktif alat kesehatan Covid-19, APD, masker serta rapid test di Diskes Siak.

  4. Proyek Mangkrak Taman Burung Jauhari didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014 senilai Rp 1,79 miliar. Direncanakan proyek itu untuk mendukung ekowisata di Kecamatan Mempura. Pada 2017, Dinas Pariwisata Siak kembali menganggarkan untuk kelanjutan pembangunan dengan nilai anggaran Rp 1,2 miliar. Diketahui Dana Anggaran dari APBD Siak yang sudah terpakai terkait proyek mangkrak tersebut sudah 3 miliar.

  5. Dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) untuk fakir miskin dan anak-anak cacat di Sekda Kabupaten Siak. 3 Orang sudah diperiksa sebagai Saksi, TS adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Siak. N selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tualang, dan M Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sabak Auh.

Sayangnya, berbagai dugaan Tipikor yang menggorogoti uang rakyat di APBD Siak dan juga telah dilaporkan tersebut tidak ada yang sampai ke meja hijau, begitu kuatnya tokoh para “Mafia” ini, hingga Kejaksaan Tinggi Riau pun tak mampu unjuk gigi dalam penegakkan hukum , hanya sampai pemanggilan saksi saksi.

Dilihat dari pembangunan Kabupaten Siak sampai sekarang masih jauh tertinggal dari daerah lainnya, padahal Kabupaten Siak mempunyai sumber daya alam yang begitu besar, salah satu daerah penghasil minyak , ada PT. Pertamina Hulu Rokan dan PT.BSP (Bumi Siak Pusako) , Kabupaten Siak yang memiliki hutan seluas 789.355,70 Ha ini hanya tersisa 10 % , lahan hutan banyak “rusak” akibat sudah berubah fungsi sebagai lahan Sawit serta lahan Pohon Akasia dan dengan berdirinya Perusahaan Raksasa Indah Kiat dan anak perusahaan PT.Arara Abadi yang memproduksi bubuk kertas, pembuat Tisu , perushaan diatas adalah sebagai penyumbang terbesar untuk kas daerah kabupaten Siak.

Sejumlah aktivis tersebut meingatkan agar jangan sampai pemerintahan Afni-Syamsurizal hanya akan menjadi “boneka” Oleh kepentingan kelompok yang telah ikut mensukseskan nya dipilkada serentak ini.

Setelah berita ini masih banyak yang akan diungkapkan oleh tim “X” Post ke publik.

Bersambung….

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x