Network
𝐌 𝐀 𝐓 𝐀 - 𝐗 𝐏 𝐎 𝐒 𝐓
Tiada Kebenaran Yang Mendua
Bola dunia MataXPOST
MENU Jumat, 16 Okt 2026
x

Masyarakat Pekanbaru Dukung Penertiban Lapak Pedagang di Kawasan RSUD dan Masjid Agung An-Nur

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Okt 2026 04:12

PEKANBARU — Sejumlah masyarakat Kota Pekanbaru menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dalam menertibkan dan membersihkan lapak pedagang yang berada di kawasan sekitar RSUD serta sekeliling Masjid Agung An-Nur. (16/10)

Penertiban tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban, kebersihan, kenyamanan, serta mengembalikan fungsi kawasan sebagai fasilitas pelayanan publik dan ruang aktivitas masyarakat.

Masyarakat menilai keberadaan lapak pedagang yang menggunakan area di sekitar fasilitas umum perlu ditata secara lebih baik, terutama apabila keberadaannya mengganggu akses masyarakat, kebersihan lingkungan, lalu lintas, maupun estetika kawasan.

“Kami mendukung kebijakan Pemkot. Kawasan rumah sakit harus bersih dan tertib karena banyak masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Begitu juga kawasan Masjid Agung An-Nur, harus dijaga kebersihan dan kenyamanannya,” ujar puput salah seorang warga Pekanbaru.

Salah seorang warga lainnya, Ramlan, mengatakan langkah Pemkot Pekanbaru untuk menata kawasan tersebut patut didukung.

Menurutnya, penertiban harus dilakukan secara tegas, konsisten, dan tidak tebang pilih agar kawasan fasilitas publik tidak kembali dipenuhi lapak-lapak yang melanggar aturan.

“Kalau lapak pedagang liar tidak bisa ditertibkan, segera angkut gerobaknya. Jangan dibiarkan terus karena ini menyangkut ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan masyarakat,” tegas Ramlan

Romi juga meminta proses penertiban dilakukan secara transparan. Ia berharap tidak ada oknum petugas yang melakukan pembiaran ataupun memberikan perlindungan kepada lapak yang memang melanggar ketentuan.

“Jangan ada petugas yang main mata dalam persoalan ini. Baik Satpol PP maupun oknum-oknum yang ikut memback-up pedagang. Kalau memang melanggar aturan, tertibkan. Jangan sampai ada yang merasa kebal karena memiliki backing,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan pihak-pihak yang mencoba menghalangi proses penertiban, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah sesuai aturan dan melakukan pengawasan secara ketat.

Menurut Romi, penertiban juga jangan hanya dilakukan sesaat. Setelah kawasan dibersihkan, pengawasan perlu dilakukan secara berkala agar lapak-lapak yang telah ditertibkan tidak kembali bermunculan.

“Kalau sudah ditertibkan, jangan sampai beberapa hari kemudian muncul lagi. Harus ada pengawasan dan tindakan yang tegas,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat menilai penertiban bukan berarti mematikan aktivitas ekonomi para pedagang. Pemerintah diharapkan tetap memberikan solusi dengan menyediakan lokasi berjualan yang legal, layak, dan tertata sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu fasilitas umum.

Kawasan sekitar RSUD dinilai membutuhkan suasana yang tertib karena menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Akses bagi pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, ambulans, serta kendaraan lainnya harus tetap terjamin.

Begitu pula kawasan Masjid Agung An-Nur yang merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan dan ruang publik masyarakat. Kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan dinilai perlu dijaga agar jamaah maupun masyarakat yang berkunjung dapat beraktivitas dengan nyaman.

Warga juga meminta agar penertiban dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih. Setiap lapak yang terbukti melanggar aturan diharapkan mendapatkan perlakuan yang sama sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap Pemkot Pekanbaru dapat melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk memastikan tidak ada lagi praktik pembiaran setelah penertiban dilakukan.

Dengan penataan yang konsisten dan pengawasan yang berkelanjutan, warga berharap kawasan RSUD dan Masjid Agung An-Nur dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih, tertib, nyaman, dan representatif bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x