[gnpub_google_news_follow]

.


Bengkalis, – Peringatan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat atas perjalanan panjang sejarah Negeri Junjungan yang dibangun melalui perjuangan para pendahulu, sekaligus menjadi ajang memperkuat komitmen seluruh elemen daerah dalam melanjutkan pembangunan menuju Bengkalis yang semakin maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Melayu. (03/07)
Semangat tersebut tergambar dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkalis yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkalis, Kamis (30/7/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi arak-arakan adat menuju Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis. Prosesi itu menjadi simbol penghormatan terhadap adat istiadat Melayu yang selama ini menjadi identitas sekaligus perekat kehidupan masyarakat Bengkalis.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, SE., M.IP., didampingi Wakil Ketua I M. Arsya Fadillah, S.IP., Wakil Ketua II Hendrik Firnanda Pangaribuan, dan Wakil Ketua III H. Misno. Turut hadir Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., bersama Wakil Bupati Dr. H. Bagus Santoso.
Hadir pula mewakili Gubernur Riau, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur, M.A., M.Si., Bupati Bengkalis ke-14 H. Amril Mukminin, S.E., M.M., unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam pidatonya, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Bengkalis merupakan bentuk penghormatan kepada para tokoh dan pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan daerah.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, melanjutkan, dan menyempurnakan cita-cita yang telah diwariskan oleh para pendiri negeri.
“Melalui peringatan ini, kita ingin menyampaikan bahwa kita semua memuliakan perjuangan mereka dan menghormatinya dengan penuh ketakziman,” ujar Septian.
Ia mengatakan, usia Bengkalis yang telah mencapai lebih dari lima abad merupakan bukti bahwa daerah ini memiliki sejarah panjang yang harus dijadikan pijakan dalam menyusun arah pembangunan.
Karena itu, momentum hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk mengevaluasi capaian pembangunan serta menyusun langkah-langkah strategis menghadapi tantangan masa depan.
“Kita semua bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahi negeri ini dengan segala sumber daya. Semoga seluruh potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Insya Allah, cita-cita menjadikan Bengkalis sebagai negeri yang terbilang dan unggul akan dapat kita wujudkan bersama,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Bengkalis atas penyelenggaraan Rapat Paripurna Istimewa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Kabupaten Bengkalis.
Kasmarni juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, DPRD, para kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, insan pers, serta seluruh masyarakat yang selama ini terus membangun kolaborasi dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Menurut Kasmarni, usia ke-514 tahun menjadi bukti bahwa Bengkalis bukan hanya memiliki sejarah pemerintahan yang panjang, tetapi juga mewarisi peradaban Melayu yang tumbuh melalui semangat persatuan, keberanian, serta kecintaan terhadap negeri.
Ia menegaskan bahwa sejarah perjuangan para pendahulu, termasuk Laksamana Hang Nadim beserta para pejuang Bengkalis, harus terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dalam menjaga marwah daerah sekaligus memperkuat semangat membangun.
“Pada usia 514 tahun, Bengkalis bukan sekadar mencatat perjalanan waktu, melainkan mewarisi jejak panjang peradaban Melayu yang dibangun melalui perjuangan para pendahulu. Sejarah perjuangan Laksamana Hang Nadim dan para pejuang Bengkalis menjadi pengingat bahwa negeri ini lahir dari keberanian, persatuan, dan semangat mempertahankan marwah. Karena itu, peringatan Hari Jadi Bengkalis harus menjadi momentum memperkuat identitas, memperteguh komitmen, serta menatap masa depan dengan semangat kebersamaan,” ujar Kasmarni.
Di akhir rangkaian paripurna, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis atas nama Pemerintah Provinsi Riau.
Ia berharap momentum tersebut mampu memperkuat hubungan antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Menurutnya, Bengkalis memiliki potensi besar, baik dari sektor sumber daya alam, ekonomi, maupun budaya. Potensi tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Riau akan terus berjalan bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Insya Allah, melalui sinergi yang semakin kuat, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis akan menjadi kekuatan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tantangan sebesar apa pun akan dapat kita hadapi apabila pemerintah dan masyarakat berjalan dengan satu tujuan yang sama,” tuturnya.
Peringatan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Di balik prosesi adat, sidang paripurna, dan rangkaian kegiatan yang digelar, tersimpan pesan penting bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik,
Tetapi juga dari kemampuan menjaga sejarah, merawat budaya, memperkuat persatuan, serta memastikan seluruh potensi daerah benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah, foto bersama seluruh tamu undangan, serta makan beradat di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis sebagai simbol kebersamaan dalam merawat nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Negeri Junjungan.

Tidak ada komentar